Connect With Us

Ini Alasan DPRD Tangsel tunda APBD-P Disahkan

Denny Bagus Irawan | Senin, 12 Oktober 2015 | 17:28

Ahadi (tangerangnews / dira)



TANGERANG-DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menjelaskan bahwa pengesahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) tidak akan bermasalah disahkan bulan ini. Untuk diketahui, berdasarkan Undang-undang No. 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah, tertulis bahwa Regulasi pembahasan perubahan APBD dilakukan paling lambat tiga bulan sebelum tahun anggaran berakhir.

Artinya, pengesahan APBD-P harusnya sudah dilakukan maksimal 30 September lalu. Dari regulasi tersebut, pembahasan yang masih dilakukan setelah batas tiga bulan tersebut jelas melanggar aturan.

Wakil Ketua DPRD Kota Tangsel, Ahadi pada Senin (12/10) mengatakan, bahwa pihaknya mengakui mereka sudah melewati tenggat waktu pengesahan. Namun, mereka mengklaim punya alasan kuat.

"Kalau dalam perjalanan pengesahan ada fenomena yang perlu dipertanyakan atau ditelaah lebih lanjut, maka pengesahan yang terlambat tidak menjadi masalah," kata Ahadi.

Ahadi menuturkan, hingga kini pihaknya masih membahas usulan APBD-P yang dinilai masih sarat dengan anggaran boros yang bukan untuk kepentingan rakyat.

Diketahui, ada dana sebesar Rp10,8 miliar untuk keperluan ulang tahun Kota Tangsel yang disebar di tujuh kecamatan Kota Tangsel. Hal ini dianggap janggal oleh DPRD Tangsel karena setiap kecamatan menerima uang terlalu besar, yakni sekitar Rp 1 miliar.

"Kalau sampai anggaran yang seperti ini tidak ditelaah peruntukannya, nanti rakyat yang akan rugi. Karenanya, lebih baik terlambat daripada disahkan tepat waktu tapi aliran dananya tidak tepat. Tidak jadi masalah sama sekali," kata Ahadi.

Lamanya pengesahan APBD-P, kata Ahadi, bukan hanya disebabkan oleh penelusuran DPRD Tangsel, tapi juga dari beberapa Sistem Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kota Tangsel.

"Kalau ada anggaran yang dialokasikan ke SKPD, artinya harus ada Rencana Kerja Anggaran (RKA) yang mesti diserahkan. Ini juga faktor yang membuat proses pengesahan tertunda," kata Ahadi.

 

WISATA
Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan

Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan

Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:40

Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

SPORT
Elkan Baggott Bangga Bawa Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Klaim Garuda Jadi Raja Asia Tenggara

Elkan Baggott Bangga Bawa Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Klaim Garuda Jadi Raja Asia Tenggara

Selasa, 6 Oktober 2026 | 07:36

Bek Timnas Indonesia Elkan Baggott mengaku sangat bangga setelah ikut mengantarkan skuad Garuda meraih gelar FIFA ASEAN Cup 2026.

KAB. TANGERANG
Aliansi Pemuda Pertanyakan Indikator Kabupaten Tangerang Layak Jadi Percontohan Kerukunan Beragama

Aliansi Pemuda Pertanyakan Indikator Kabupaten Tangerang Layak Jadi Percontohan Kerukunan Beragama

Selasa, 6 Oktober 2026 | 20:45

Pernyataan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hak Asasi Manusia (Kemenham) Banten yang menilai kerukunan umat beragama di Kabupaten Tangerang layak menjadi percontohan nasional menuai kritik keras dari kelompok masyarakat.

BANTEN
Kemenham Banten Sebut Kerukunan Umat Beragama di Kabupaten Tangerang Patut Dicontoh

Kemenham Banten Sebut Kerukunan Umat Beragama di Kabupaten Tangerang Patut Dicontoh

Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:52

Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hak Asasi Manusia (Kemenham) Banten memberikan apresiasi terhadap kondisi kerukunan umat beragama di Kabupaten Tangerang.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill