Connect With Us

KRL Terbakar di Stasiun Rawa Buntu

EYD | Selasa, 3 November 2015 | 05:05

KRL jurusan Serpong-Tanah Abang terbakar di Stasiun Rawa Buntu. (istimewa / tangerangnews)

TANGERANG – KRL jurusan Serpong-Tanah Abang terbakar di Stasiun Rawa Buntu, Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (3/11/2015). Insiden tersebut terjadi pada pukul 05.01 WIB.

“Sewaktu kereta masuk peron, terlihat asap dan kebakaran, bukan lagi percikan api,” kata Bimo Nurindo, salah satu saksi mata, dikutip Republika.

Nurindo, yang sedang menunggu kereta di peron melihat kereta yang akan masuk Stasiun Rawa Buntu itu terbakar. Para penumpang pun diminta menjauh dari peron. “Penumpang di peron disuruh keluar, karena khawatir ada kabel listrik yang putus,” katanya. “Sementara penumpang di dalam kereta pun panik.”

Akibat insiden tersebut, penumpang tertahan di stasiun selama hampir satu jam. Meski sempat mengganggu perjalanan kereta, kondisi perlintasan kereta Serpong-Tanah Abang saat ini sudah berjalan lancar.

SPORT
Bukan Sekadar Kawasan Bisnis, Sinar Mas Land Hadirkan Platform D.A.N.C.E untuk Perkuat Ekosistem Digital Hub

Bukan Sekadar Kawasan Bisnis, Sinar Mas Land Hadirkan Platform D.A.N.C.E untuk Perkuat Ekosistem Digital Hub

Rabu, 16 September 2026 | 21:56

Pertumbuhan ekosistem digital yang semakin besar sering kali menciptakan tantangan baru, terutama dalam menjaga konektivitas, interaksi, dan peluang kolaborasi antarperusahaan agar berjalan beriringan.

AYO! TANGERANG CERDAS
Open Day Syafana Islamic School Banjir Orangtua, Hampir 1.000 Calon Siswa Sudah Daftar

Open Day Syafana Islamic School Banjir Orangtua, Hampir 1.000 Calon Siswa Sudah Daftar

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 23:53

Antusiasme orangtua untuk menyekolahkan anaknya di Syafana Islamic School terbilang tinggi. Hingga Open Day tahun ajaran 2027-2028 digelar, hampir 1.000 calon siswa telah mendaftarkan diri secara online.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill