Connect With Us

Perkosa Gadis dibawah Umur, Sopir Taksi Online Ditembak

Denny Bagus Irawan | Selasa, 10 Januari 2017 | 15:00

Dua pelaku pemerkosa di BSD Serpong. (@TangerangNews.com 2017 / Raden Bagus Irawan)

 

TANGERANGNews.com-PF alias Ambon seorang sopir taksi online yang biasa menunggu penumpang di wilayah BSD Serpong, ditembak betis sebelah kirinya setelah dia memaksa seorang gadis dibawah umur untuk bersenggama. Peristiwa itu terjadi pada Jumat 30 Desember 2016 sekitar pukul 10.00 WIB disaat pria muslim bersiap-siap untuk menjalankan salat di Taman Kota II, BSD Serpong. 

 

Korban berinisial MP berusia 15 tahun harus mengalami guncangan jiwa pasca Ambon dan seorang pria yang berprofesi tukang kayu berinisial AW alias Mandor bergiliran mencabulinya.

 

“Kami tembak dengan posisi terarah dan terukur, karena dia mencoba melarikan diri. Satu orang yang berprofesi sebagai sopir grab terpaksa ditembak. Sedangkan yang berprofesi sebagai tukang kayu yang agak gembul dia menurut saat ditangkap,” ujar Waka Polres Kota Tangsel Kompol Bachtiar Alponso, Selasa (10/1/2017).  

Ditembak

 

Keduanya memang meminta ‘jatah’ setelah memergoki MP,15 yang masih duduk dibangku SMP kelas 2 bersama AD kekasihnya saat sedang berzinah.  

 

Perbuatan kedua insan yang sedang diselumuti asmara muda itu dipergoki oleh AW alias Mandor dan PF alias Ambon. “Setelah dipergoki.  AD diminta untuk pergi membeli materai untuk membuat sebuah surat perjanjian tidak akan mengulangi lagi,” ujar Alponso.

 

Rupanya itu semua hanya trik belaka dari Mandor dan Ambon. Setelah AD pergi, keduanya membawa korban ke sebuah rumah yang sudah tak ada penghuninya di lokasi. “Di sana keduanya memaksa korban yang masih dibawah umur itu. Ambon memaksa korban membuka celana jeansnya. Lalu disetubuhi,” ujarnya.

 

Selang beberapa menit, Ambon akhirnya ejakulasi. Sedangkan Mandor meminta ‘jatah’ juga dengan cara oral sampai klimaks. Menurut Alponso, korban saat itu tidak kuat menahan kuatnya tenaga dari kedua pria dewasa itu. “Kalau pun dia berteriak tidak akan ada yang mendengar. Karena posisinya jauh dari pemukiman warga,” terangnya.

 

 

NASIONAL
Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.

HIBURAN
PET KINGDOM Kembali Gelar CARE FOR PAW, Salurkan 34,2 Ton Makanan Hewan untuk Shelter Anabul

PET KINGDOM Kembali Gelar CARE FOR PAW, Salurkan 34,2 Ton Makanan Hewan untuk Shelter Anabul

Kamis, 15 Oktober 2026 | 12:24

PET KINGDOM kembali menggelar program CARE FOR PAW bertema “Kebaikan untuk Anabul” pada September hingga November 2026.

KAB. TANGERANG
Gerakan Pangan Murah Kabupaten Tangerang Kembali Hadir, Beras 5 Kg Cuma Rp24.500

Gerakan Pangan Murah Kabupaten Tangerang Kembali Hadir, Beras 5 Kg Cuma Rp24.500

Kamis, 15 Oktober 2026 | 17:21

Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang kembali digelar di halaman Gedung Usaha Daerah (GUD) Tigaraksa, Kamis 15 Oktober 2026.

AYO! TANGERANG CERDAS
Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Jumat, 25 September 2026 | 10:54

Rencana pemerintah menggratiskan biaya pendidikan negeri dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi masih dalam tahap penyusunan.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill