Driver Ojol Menangis di Polsek Kelapa Dua, Jadi Korban Penipuan Orderan Fiktif
Rabu, 2 April 2025 | 12:33
Seorang Driver Online menangis saat di kantor Polsek Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, pada dini hari, Selasa 2 April 2025.
TANGERANGNews.com-Dua pemilik bengkel di kawasan Peninggilan, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang ditangkap aparat Polsek Pondok Aren, Tangsel, Selasa (31/1/2017). Pasalnya kedua remaja tersebut merupakan komplotan begal yang kerap beraksi di wilayah Tangerang.
Kedua terangka adalah lelaki berinisial MN, 18 dan SR, 19. Mereka ditangap setelah adanya informasi warga bahwa di bengkel tersebut kerap menyimpan sepeda motor hasil curian.
Kapolres Tangerang Selatan AKBP Ayi Supardan mengatakan, dari hasil penyelidikan, ternyata terungkap bahwa kedua pelaku kerap melakukan aksi pembegalan dan motor hasil curian dibongkar di bengkel untuk dijual menjai suku cadang. “Keduanya langsung kita tangkap saat di bengkel,” jelasnya.
Ayi mengungkapkan, kedua tersangka sudah berkali - kali membegal warga di wilayah Kota Tangerang dan Tangerang Selatan. Biasanya mereka mengincar korban yang sedang duduk di motor di pinggir jalan.
“Biasanya di kawasan Bintaro. Mereka mengancam dan meminta HP, dompet, serta membawa kabur motor korban," ucapnya.
Tak hanya itu, kedua tersangka juga kerap membawa senjata tajam dan tidak segan - segan melukai korbannya jika melawan. "Biasanya beraksi tiap malam hari. Bawa golok dan celurit untuk melukai korban," kata Ayi.
Polisi masih melakukan penyelidikan dan perkembangan lebih lanjut terkait kasus tersebut. Akibat perbuatannya itu tersangka dijerat Pasal 365 ayat 2 KUHP tentang pencurian dengen kekerasan. "Ancaman hukumannya 12 tahun kurungan penjara," paparnya.
Seorang Driver Online menangis saat di kantor Polsek Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, pada dini hari, Selasa 2 April 2025.
Puncak arus mudik di Bandara Soekarno-Hatta Kota Tangerang diperkirakan terjadi pada hari ini, Jumat 28 Maret 2025.
Lagi dan lagi pelecehan seksual terhadap anak terus saja terjadi. Berulangnya peristiwa ini menunjukkan bahwa masalah ini bukan sekadar kesalahan pada oknum, melainkan memang ada yang salah dari pengurusan negara ini.