Connect With Us

Pedagang Sayur Tewas Terseret KA

Rangga Agung Zuliansyah | Kamis, 4 Mei 2017 | 12:30

Asep Budiman, 36, pedagang sayur yang tewas tertabrak KA Comuter Line, Rabu (4/5/2017), saat hendak berbelanja di Pasar Induk Tanah Tinggi. (@TangerangNews2017 / Rangga A Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Seorang pedagang sayur, Asep Budiman, 36,  tewas tertabrak KA Comuter Line saat hendak berbelanja di Pasar Induk Tanah Tinggi, Rabu (4/5/2017). Tubuh warga asal Cirebon ini terseret hingga 6 meter.
 
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 06.30 WIB. Korban saat itu berjalan kaki hendak menuju ke Pasar Tanduk Tanah Tinggi Kota Tangerang. Di perlintasan KA Tamah Tinggi, ada kereta dari arah Stasiun Tangerang menuju Jakarta yang hedak melintas.
 

 
"Palang kereta api sudah dalam keadaan terpasang, tapi korban tetap menyeberang," kata Kasubag Humas Polres Metro Tangerang Kompol Triyani, Kamis (4/5/2017).
 
Sejumlah warga yang berada di lokasi sempat berteriak untuk memberitahu korban. Namun karena jarak kereta sudah dekat, korban tetap tidak mendengar hingga akhirnya tubuh korban bagian kiri tersambar kereta api dan terseret hingga jarak sekitar 6 meter.
 
"Korban langsung meninggal di tempat," ujarnya. Selanjutnya jenazah korban dievakuasi ke RSUD Kabupaten Tangerang.
WISATA
Catat Jadwalnya, Festival Layang-layang Meriahkan Akhir Pekan di Paramount Petals

Catat Jadwalnya, Festival Layang-layang Meriahkan Akhir Pekan di Paramount Petals

Minggu, 18 Oktober 2026 | 12:15

Paramount Petals Tangerang menghadirkan Festival Layang-layang Paramount Petals sebagai pilihan aktivitas akhir pekan bagi keluarga.

KAB. TANGERANG
Bapenda Tangerang Sebut Aturan LSD Berpotensi Kurangi Pendapatan Daerah dari Properti dan Investasi

Bapenda Tangerang Sebut Aturan LSD Berpotensi Kurangi Pendapatan Daerah dari Properti dan Investasi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:14

Regulasi lahan sawah dilindungi (LSD) dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 4 Tahun 2026 berpotensi memengaruhi pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Tangerang pada 2027 mendatang.

OPINI
Supervisi yang Membina, Bukan Sekadar Menilai

Supervisi yang Membina, Bukan Sekadar Menilai

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:29

Bagi sebagian guru, kata “supervisi” masih terdengar seperti jadwal ujian: tegang, penuh persiapan dadakan, lalu lega ketika selesai. Padahal supervisi dirancang untuk membantu guru bertumbuh. Jika hanya berhenti pada pengisian instrumen

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill