KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANGNEWS.com-Wali kota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany dengan sigap langsung mengunjungi lokasi bencana tanah longsor di Kampung Koceak, Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, Selasa (09/05/2017) malam.
Dalam kunjungannya Airin melihat langsung lima rumah warga yang roboh ke tebing setinggi 20 meter. Selain melihat kondisi rumah yang hancur , Airin juga menyempatkan mengunjungi para keluarga korban yang mengungsi kerumah-rumah terdekat.
Dalam Kunjungannya tersebut, salah seorang warga yang rumahnya menjadi korban tanah longsor Madsuki menceritakan kepada Airin ihwal penyebab longsor. Dia menceritakan, bahwa dahulu sebelum ada Perumahan Serpong Lagoon tebing yang ada di belakang rumahnya tidak securam saat ini.
" Dulu tebingnya landai, jadi masih ada jalan air buangan dari atas. Sama pengembang terus dikeruk dibuat seperti ini," keluh Madsuki.
Airin sendiri ketika diwawancarai TangerangNews.com mengatakan, dirinya belum bisa memastikan penyebab longsor.
"Nanti kita Tunggu hasil Pengecekan BPPT besok yah. Sekarang saya belum bisa memastikan penyebab longsornya karena pembangunan Pengembang atau memang karena curah hujan yang tinggi," ujar Airin
"Kita tetap waspada. Saat ini juga ada beberapa rumah yang sudah retak. Tentu kita berharap bisa mencari solusi yang terbaik," terang Mantan Finalis Putri Indonesia itu.
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TODAY TAGKondisi kemarau akibat cuaca ekstrem di Kota Tangerang menyebabkan maraknya kasus kebakaran tumpukan sampah, limbah, lahan kosong.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang memastikan tidak akan memberikan pendampingan maupun bantuan hukum kepada Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Tangerang, Ana Supriyatna.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews