Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya
Selasa, 23 Juni 2026 | 11:51
Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.
TANGERANGNEWS.com- Seorang laki-laki bernama Edi Waloeja, 43, ditemukan tewas di dalam kamar mandi rumahnya sendiri di Perumahan Serpong Park Emerald Blok E.3 No.25 RT 03 / 13 Kelurahan Jelupang Kecamatan Serpong Utara Kota Tangsel, Kamis (13/7/2017) sore kemarin.
Tewasnya Edi diketahui saat salah seorang rekan kerja korban di Ramayana Tanah Abang menghubunginya sejak seharian kemarin namun tidak ada jawaban.
Akhirnya pada sore kemarin, sekitar jam 15.00, saksi berkunjung kerumah korban untuk mengetahui keadaannya.
Dibantu dengan Satpam setempat, saksi yang telah menghubungi istri korban lalu mendobrak masuk ke dalam rumah.
" Korban ditemukan dalam kondisi sudah tewas telanjang dengan bau menyengat di kamar mandi" ungkap Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Alexander Yurikho kepada TangerangNews.com, Kamis (13/7/2017)
Dari hasil olah TKP, pihak kepolisian menduga korban meninggal dunia di sebabkan karena memiliki riwayat penyakit yang di alami selama hidup. "Sebab tidak ditemukan tindakan kekerasan pada tubuh korban. Korban diketahui terakhir di rumah sendirian sejak hari senin lalu (10/7/2017). Karena istrinya sedang ke Semarang," ungkap Alex.
Jasad korban saat ini dilarikan ke Rumah Sakit Umum Tangerang untuk dilakukan otopsi dan pemeriksaan lebih lanjut.(DBI)
Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.
TODAY TAGSlamet Suradio, masinis yang selamat dari peristiwa tabrakan kereta api dalam Tragedi Bintaro 1987, meninggal dunia pada Rabu, 3 Juni 2026, dini hari.
Pengembangan kawasan hunian Paramount Petals memasuki babak baru. Setelah hampir dua tahun dipasarkan, pengembang mulai menyerahkan kunci rumah kepada para pembeli di Klaster Lily.
Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews