Serpong Jaya Luncurkan 3 Cluster Baru, Tawarkan Hunian Modern Mulai Rp700 Jutaan
Jumat, 8 Mei 2026 | 14:54
Kebutuhan hunian nyaman dan terintegrasi di kawasan penyangga Jakarta terus meningkat seiring perkembangan kehidupan urban.
TANGERANGNEWS.com-Angka kecelakaan yang terjadi di wilayah Tangerang Selatan masih tinggi. Tercatat sebanyak 205 kejadian kecelakaan lalu lintas yang terjadi di wilayah Tangsel sampai Oktober 2017, dengan korban sebanyak 252 orang dan 22 diantaranya meninggal dunia.
Kasat Lantas Polres Tangsel AKP Lalu Hedwin kepada TangerangNews.com, Senin (27/11/2017) mengatakan, dari sekian banyak angka kecelakaan yang terjadi, pihaknya telah memetakan tiga daerah yang dianggap paling rawan seringnya terjadi kecelakaan (black spot) di wilayah Tangsel.
"Ada tiga lokasi black spot yakni di Jalan Raya Serpong, Jalan RE Martadinata Ciputat dan Jalan IR Juanda Ciputat," terang Kasat Lantas.
Dari ketiga lokasi tersebut, pihak kepolisian mencatat telah terjadi sebanyak 25 kali kejadian kecelakaan yang menimbulkan korban sebanyak 29 orang dan kerugian material yang ditaksir sekitar Rp61 Juta.
Ditambahkannya, angka kecelakaan yang terjadi di lokasi tersebut paling banyak di dominasi oleh kendaraan roda dua dan mobil pribadi yang tidak mematuhi aturan dan rambu-rambu lalulintas.
"Di sana banyak kendaraan yang nekat melawan arus dan motor tidak menggunakan helm," terang Kasat Lantas.
Untuk itu, pihaknya pun terus menghimbau dan melakukan sosialisasi berupa pengenalan tertib lalulintas sejak dini ke pelajar sekolah, melakukan operasi rutin gabungan dan memberikan masukan pada pihak terkait agar ke depannya jumlah kecelakaan lalulintas yang terjadi dapat ditekan jumlahnya.
"Kita terus melakukan berbagai upaya untuk menekan angka kecelakaan lalulintas, kami berharap masyarakat bisa lebih mengutamakan keselamatannya dalam berkendara di Jalan Raya," pesannya.(RAZ/RGI)
Kebutuhan hunian nyaman dan terintegrasi di kawasan penyangga Jakarta terus meningkat seiring perkembangan kehidupan urban.
TODAY TAGKementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengklaim siswa dari keluarga kurang mampu memiliki peluang lebih besar untuk masuk sekolah yang diinginkan melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027.
Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
Dinas Perumahan, Pemukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Tangerang resmi meluncurkan program SAHABAT MBR (Sahkan Bangunan Bersama Rakyat Masyarakat Berpenghasilan Rendah).
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews