Connect With Us

Penderita HIV Tewas di Apartemen Serpong

Yudi Adiyatna | Selasa, 6 Maret 2018 | 16:00

Seorang penderita HIV bernama Thong Jie Khong, 56, ditemukan meninggal dunia di dalam kamarnya di Apartemen Serpong Green View Tower B, BSD Serpong Tangsel, Selasa (6/3/2018) pagi tadi. (@TangerangNews / Yudi Adiyatna)



TANGERANGNEWS.com-Seorang penderita HIV bernama Thong Jie Khong, 56, ditemukan meninggal dunia di dalam kamarnya di Apartemen Serpong Green View Tower B, BSD Serpong Tangsel, Selasa (6/3/2018) pagi tadi.


Korban yang tercatat beralamat di Pademangan, Jakarta Utara tersebut diketahui meninggal dunia sekitar pukul 10.00 WIB oleh anak korban, saat pulang dari Pasar. Korban ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa.

"Korban tinggal bersama Istri dan seorang anak perempuannya di apartemen tersebut, diketahui meninggal saat anaknya sepulang dari pasar," kata Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Alexander Yurikho.


Polisi yang datang ke lokasi pun tak menemukan adanya tanda-tanda bekas kekerasan di tubuh korban. Pihak keluarga pun kemudian menolak dilakukan otopsi terhadap jenazah tersebut.


"Keluarga korban membuat surat pernyataan keberatan untuk dilakukan otopsi pada korban dan keluarga menerima musibah tersebut," terang Alexander.(RAZ/HRU)

MANCANEGARA
Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Selasa, 23 Juni 2026 | 11:51

Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.

TEKNO
Siklus 4 Tahun Bitcoin Berakhir? Tiga Analisis Teknikal Ini Beri Gambaran

Siklus 4 Tahun Bitcoin Berakhir? Tiga Analisis Teknikal Ini Beri Gambaran

Kamis, 2 Juli 2026 | 13:28

Pergerakan harga Bitcoin kembali menjadi perhatian setelah sejumlah analis menemukan sinyal teknikal yang dinilai cukup menjanjikan.

OPINI
Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Sabtu, 4 Juli 2026 | 22:29

Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill