Connect With Us

Dinkes Tangsel Gelar Lomba Balita Sehat 2018

Advertorial | Rabu, 1 Agustus 2018 | 14:18

Juara Pertama Lomba Balita Sehat se Tangsel bersama dengan Kabid Promkes Dinas Kesehatan Tangsel Iin Sofiawati, Selasa (31/7/2018) di Graha Widya Bhakti, Puspitek Tangsel. (TangerangNews.com/2018 / Yudi Adiyatna)

 

TANGERANGNEWS.com-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar lomba balita sehat tingkat Puskesmas se-Kota Tangsel, yang diadakan di Graha Widya Bhakti (GWB), Puspiptek, Kecamatan Setu, Selasa (31/7/2018).

Kegiatan yang dihadiri langsung oleh Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany ini diikuti oleh 29 balita dari 29 Puskesmas yang berada di 7 kecamatan. 

Dalam sambutannya Airin mengatakan  bahwa anak adalah adalah aset, sehingga pemerintah wajib menjamin hak hidupnya untuk tumbuh kembang menjadi lebih baik. 

"Lomba ini dibuat untuk mendorong para orangtua aktif membantu kami pemerintah memenuhi hak-hak terhadap anak," ucap Airin.

Airin berharap, pemenang Balita Sehat ini nantinya dapat mewakili Kota Tangsel ke perlombaan di tingkat Provinsi Banten. "Siapapun pemenangnya bapak ibu adalah pemenang untuk kita. Setelah ini ada lomba tingkat provinsi dan nasional. Mudah-mudahan Tangsel juara di tingkat provinsi," terangnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Tangsel Iin Sofiawati menjelaskan, peserta lomba ini terdiri dari dua kelompok, yakni usia 6-24 bulan sebanyak 29 anak dan usia 25-59 bulan sebanyak 29 anak. Lomba terdebut merupakan momen yang sangat tepat sebagai sarana pembelajaran tentang manfaat dari sebuah generasi sehat. 

“Lomba ini bertujuan sebagai media pembelajaran kepada ibu dari bayi atau balita tentang pentingnya pemantauan pertumbuhan serta perkembangan bayi dan balita,” jelasnya.

Adapun kriteria pemilihan pemenang bayi dan balita sehat tersebut  diantaranya berdasarkan kelengkapan dokumen anak, ukuran berat dan tinggi, serta kecerdasan anak dan orang tua dalam merawatnya.

"Selain anak yang kita nilai, orang tuanya juga, bagaimana cara merawat anaknya. Selain kecerdasan anak, juga kecerdasan orang tauanya," lanjut ujarnya.

Pemenang pun dipilih dari dua kelompok umur tersebut, juara satu hingga harapan tiga dan favorit. Juara satu kelompok bayi 6 - 24 bulan atas nama Keinan Kahfi Andaru dari Kelurahan Pamulang Barat,  Kecamatan Pamulang. Sedangkan juara satu kelompok 25 - 59 bulan adalah Alika Xaviera Denaya, dari Kelurahan Bakti Jaya.(ADV)

KAB. TANGERANG
Realisasi Investasi Kabupaten Tangerang Tembus Rp40 Triliun, Didominasi Industri Makanan

Realisasi Investasi Kabupaten Tangerang Tembus Rp40 Triliun, Didominasi Industri Makanan

Rabu, 4 November 2026 | 19:50

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) mencatat realisasi investasi di Kabupaten Tangerang, mencapai Rp40,15 triliun selama periode Januari hingga September 2026.

SPORT
Persiapan PON 2028, Pelatih Panahan Berkuda se-Indonesia Dapat Pembekalan di Tangerang

Persiapan PON 2028, Pelatih Panahan Berkuda se-Indonesia Dapat Pembekalan di Tangerang

Rabu, 4 November 2026 | 19:08

Puluhan pelatih cabang olahraga (Cabor) panahan berkuda atau horseback archery yang berasal dari 38 Provinsi di Indonesia mendapatkan training camp dari pelatih kepala Némethy Horseback Archery Academy di Hungaria, Christoph Némethy.

AYO! TANGERANG CERDAS
Ratusan Siswa Ikuti Munsya 2026, Eks Menlu Hassan Wirajuda Dorong Generasi Muda Siap Bersaing 

Ratusan Siswa Ikuti Munsya 2026, Eks Menlu Hassan Wirajuda Dorong Generasi Muda Siap Bersaing 

Minggu, 1 November 2026 | 19:32

Ratusan siswa tingkat SD, SMP, hingga SMA mengikuti Model United Nations Syafana Islamic School (Munsya) 2026 yang digelar di Gedung Ade Kismantoro Secondary pada 31 Oktober hingga 1 November 2026.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill