Amani Emas Hadir di Pasar Lama Tangerang, Layani Jual Beli hingga Gadai Emas
Sabtu, 17 Oktober 2026 | 17:27
Masyarakat Kota Tangerang kini memiliki pilihan baru untuk menjual maupun menggadaikan emas.
TANGERANGNEWS.com-Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pihanya dan PT KAI saat ini sedang mewacanakan untuk melakukan penambahan frekuensi kereta api commuterline yang melintas di Jalur BSD (Rawabuntu) - Tanah Abang.
Budi menyebutkan, saat ini head way (jarak antar kereta) yang melaju di jalur tersebut sekitar 5 menit dan akan dipangkas menjadi maksimal 2,5 menit dalam beberapa waktu kedepan.
"Kereta ini kan sekarang dengan head way 5 menit. Ada dua yang akan kita lakukan. Headway-nya akan kita buat menjadi 3 atau 2,5 menit, dan juga gerbongnya yang sekarang 10 nanti akan menjadi 12 (per rangkaian)," sebut Budi usai menghadiri kegiatan Ground Breaking pembangunan Tod di Stasiun Rawabuntu, Serpong, Senin (10/12/2018).
Budi juga mengatakan, pemangkasan headway dan penambahan kapasitas gerbong tersebut akan dilakukan dalam kurun waktu 1 hingga 2 tahun ke depan seiring dengan pembangunan TOD di Stasiun Rawabuntu, Stasiun Cisauk dan Stasiun Jurang Mangu yang masing-masing akan selesai pada tahun 2020, 2021 dan 2023.
"Mungkin akan menjadi satu tambahan kapasitas dari kereta-kereta menuju BSD, realisasi satu sampai dua tahun. Kalau headway kan butuh ada sistem yang dilakukan, jadi gak bisa cepat," kata Budi menjawab pertanyaan wartawan.
Selain akan melakukan penambahan frekuensi kedatangan kereta di Jalur BSD Tanah Abang, dalam waktu dekat akan dilaksanakan uji coba kereta Commuter Line Premium di jalur yang berjarak sekitar 30 menit tersebut.
"Saya dapat info dari Pak Edi (Dirut PT KAI) , dalam waktu dekat kita akan uji coba (Commuter Line Premium). Informasinya dari arah BSD. Belum dapat resmi aplikasi dari PT KAI. Uji coba saya pikir bisa tahun ini," jelasnya.(RMI/HRU)
TODAY TAGMasyarakat Kota Tangerang kini memiliki pilihan baru untuk menjual maupun menggadaikan emas.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.
Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia berdampak langsung pada sektor penerbangan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews