Connect With Us

Bayi Lahir Prematur, di Tangsel Ada Peminjaman Inkubator Gratis

Rachman Deniansyah | Selasa, 5 Februari 2019 | 17:33

Ruangan inkubator di kediaman Delima di Jalan Menteng Raya, Perum Griya Jakarta, Pamulang, Tangsel. (TangerangNews/2019 / Rachman Deniansyah)

 

TANGERANGNEWS.com-Bayi prematur merupakan kondisi bayi yang lahir dengan berat badan di bawah normal.  Keadaan tersebut mengharuskan bayi menggunakan inkubator. Namun dengan biaya yang mahal, tak jarang orang tua yang merasakan kesulitan. 

Melihat kondisi tersebut, Delima Bungsu Andy merasa hatinya terpanggil untuk membantu para ibu yang melahirkan dengan kondisi bayi prematur. Ia pun menggagas peminjaman inkubator secara gratis. 

"Awal mulanya merasa terpanggil karena ada beberapa pasien ibu-ibu melahirkan yang bayinya prematur merasa kesulitan dekat dengan bayinya, mungkin dengan alasan keuangan, mungkin dengan alasan penuh di rumah sakitnya," jelas Delima saat ditemui di kediamannya, Jalan Menteng Raya, Perum Griya Jakarta, Pamulang, Tangsel, Selasa (5/2/2019).

Ruangan inkubator di kediaman Delima di Jalan Menteng Raya, Perum Griya Jakarta, Pamulang, Tangsel.

Bayi yang membutuhkan inkubator, jelas dia, ialah bayi yang memiliki berat badan di bawah normal saat dilahirkan, yakni di bawah 2,5 Kilogram.

Namun, kata dia, untuk menggunakan inkubator miliknya, sebelumnya harus mendapatkan perizinan dari pihak dokter atau bidan setempat terlebih dahulu. 

"Bayi ini boleh dibawa pulang atau tidak.  Karena bayi prematur belum tentu sehat, artinya ada bayi yang berpenyakit juga misal pencernaan atau lainnya yang harus memerlukan penanganan medis," tambahnya. 

Saat ini, Delima sudah memiliki inkubator sebanyak 5 unit, dengan tambahan lampu fototerapi untuk bayi yang menghidap bilirubin (bayi kuning). 

Para orang tua juga tidak perlu khawatir soal daya listrik, karena inkubator memiliki milik Delima berdaya kecil serta mudah digunakan.

"Inkubator yang saya bawa tidak memakan tempat karena ukurannya tidak terlalu besar dan sesuai untuk bayi. Proses pemasangannya juga bisa dilakukan dengan mudah dan kebutuhan daya listrik kecil, hanya 30-40 Watt," tutur Delima. 

Delima mengatakan, untuk peminjaman inkubator ini, dirinya tak memungut biaya sama sekali, karena   ia berniat sosial atau membantu dengan ikhlas. 

"Tidak boleh ada biaya sepeser pun yang keluar dari keluarga (bayi prematur), nanti kita yang akan langsung antar ke alamat yang dituju," tuturnya. 

Saat ini, sudah ada sekitar 8 bayi yang yang dibantunya. Tidak hanya wilayah Tangsel, dirinya pun melayani wilayah di luar Tangsel, seperti Jakarta Timur, Depok, dan lainnya. 

Untuk para ibu di Tangsel dan sekitarnya yang memiliki bayi prematur dan bilirubin. Bisa sangat mudah meminjam inkubator tersebut, hanya dengan datang ke kediaman Delima, atau menghubunginya via aplikasi WhatsApp.

“Untuk para keluarga yang memiliki bayi terlahir prematur dan bilirubin, silahkan SMS atau WA (Whatsapp) ke nomor 087871005252 – 08119569234 dan kirimkan data lengkap kelahiran bayi dan nama orang tuanya serta data lainnya," tukasnya.(RMI/HRU)

BANTEN
Ini Promo PLN di Bulan Juli 2026, Diskon Tambah Daya 50 Persen hingga 7.700 VA

Ini Promo PLN di Bulan Juli 2026, Diskon Tambah Daya 50 Persen hingga 7.700 VA

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:57

PT PLN (Persero) kembali meluncurkan program potongan biaya tambah daya listrik sebesar 50 persen melalui promo bertajuk “Semangat Baru Makin Berdaya”.

BISNIS
UMKM Bisa Buka Stand Bazar Gratis di MTQ XXIII Banten

UMKM Bisa Buka Stand Bazar Gratis di MTQ XXIII Banten

Kamis, 9 Juli 2026 | 18:10

Pelaku usaha mikro kecil dan menengah menengah (UMKM) yang hendak berjualan atau memamerkan produknya, dapat membuka stan tanpa biaya sewa di event Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XXIII Provinsi Banten tahun 2026.

AYO! TANGERANG CERDAS
Pemprov Banten Prioritaskan Jurusan Berbasis AI dan Industri di SMK

Pemprov Banten Prioritaskan Jurusan Berbasis AI dan Industri di SMK

Rabu, 15 Juli 2026 | 19:47

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menyiapkan evaluasi sejumlah program keahlian di sekolah menengah kejuruan (SMK) untuk menyesuaikan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi.

BANDARA
Cegah Penyakit Berbahaya, 399 Anjing dan 261 Kucing Jalani Karantina Ketat di Bandara Soetta pada 2026

Cegah Penyakit Berbahaya, 399 Anjing dan 261 Kucing Jalani Karantina Ketat di Bandara Soetta pada 2026

Jumat, 17 Juli 2026 | 15:26

Sebagai garda terdepan biosekuriti nasional, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Banten terus memperkuat sistem pengawasan terhadap lalu lintas hewan yang melintasi Bandara Soekarno-Hatta.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill