Connect With Us

Lilis Bekap Bayinya Hingga Tewas di Pondok Aren

Yudi Adiyatna | Rabu, 20 Februari 2019 | 20:36

Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan bersama jajarannya saat menunjukan barang bukti yang berhasil diamankan dari pelaku seorang ibu yang tega membunuh sang buah hatinya. (TangerangNews/2019 / Yudi Adiyatna)

 

TANGERANGNEWS.com-Perbuatan Lilis Siti Saadah, 20, sungguh tidak manusiawi. Wanita yang bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) di Perumahan Arinda Permai I Blok G-18, RT04 RW04, Pondok Aren, Tangerang selatan (Tangsel) itu menghabisi nyawa bayi yang baru dilahirkannya.

Polisi belum memberikan keterangan secara pasti pemicu wanita tersebut membunuh darah dagingnya sendiri dengan membekap kemudian menelantarkannya selama 4 hari di sebuah gudang.

Perbuatan Lilis terungkap ketika Sutarti, asisten rumah tangga lainnya di rumah itu merasa curiga karena menyium bau menyengat dari belakang ruang gudang pada Kamis (14/2/2019). Setelah ditelusuri, ternyata sumber bau tersebut berasal dari sebuah kantung plastik berisi janin bayi.

Tersangka Lilis Siti Saadah, 20, (berpakaian oranye) tertunduk menyesali perbuatannya yang tega telah membunuh sang buah hatinya.

Peristiwa itu pun kemudian dilaporkan Sutarti kepada majikannya.

"Kejadiannya bermula saat saksi yang juga adalah salah satu pembantu di rumah itu mencium bau dari dalam gudang. Kemudian saksi melihat dan mengecek di gudang tersebut, ditemukanlah sesosok janin di pojok gudang yang sudah mengeluarkan bau tak sedap," kata Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan di Mapolres Tangsel, Rabu (20/2/2019).

Polisi yang mendapatkan laporan pun kemudian langsung langsung mendatangi lokasi. Hasil penyelidikan petugas, jasad bayi malang tersebut diperkirakan baru berumur satu hari setelah dilahirkan, sebelum akhirnya dibunuh.

"Kemudian atas dasar temuan tersebut, dilaksanakanlah proses penyelidikan. Berdasarkan keterangan saksi-saksi, didapat informasi bahwa beberapa hari sebelumnya ada asisten rumah tangga yang mengeluh sakit dan dibawa ke rumah sakit karena katanya jatuh dari tangga hingga mengalami pendarahan," papar Ferdy.

Saat diperiksa polisi, Lilis pun akhirnya mengakui bahwa bayi yang ditemukan di pojok gudang adalah darah dagingnya sendiri. Dia beralasan, melakukan hal itu lantaran depresi atas ulah sang suami.

"Adapun alasan dari tersangka melakukan perbuatan ini, karena tersangka merasa kecewa kepada yang dia sebut suaminya. Kita masih harus pastikan apakah itu benar suaminya atau tidak," sambungnya.

Atas perbuatannya, Lilis dijerat Pasal 80 ayat (3) Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dan atau Pasal 341 KUHP tentang Pembunuhan Ibu terhadap bayinya, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.(RMI/HRU)

KOTA TANGERANG
Susunan Acara Festival Maulid Nusantara 7 Kota Tangerang, Ada Lomba Islami ala Pesantren Berhadiah Puluhan Juta

Susunan Acara Festival Maulid Nusantara 7 Kota Tangerang, Ada Lomba Islami ala Pesantren Berhadiah Puluhan Juta

Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:44

Festival Maulid Nusantara 7 siap kembali digelar di Kota Tangerang dengan konsep yang lebih semarak.

HIBURAN
Siap-siap! Tangerang Culinary Day 2026 Hadirkan Jajanan Khas hingga Konser Musik Gratis

Siap-siap! Tangerang Culinary Day 2026 Hadirkan Jajanan Khas hingga Konser Musik Gratis

Rabu, 19 Agustus 2026 | 20:10

Pecinta kuliner di Tangerang dan sekitarnya bersiaplah. Ajang tahunan Tangerang Culinary Day 2026 akan kembali menyapa masyarakat pada Sabtu, 12 September 2026, bertempat di Lapangan Ahmad Yani, Alun-Alun Kota Tangerang.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

WISATA
BSD Urbanatura Eco Urban Park, Taman Kota Seluas 12 Hektare dengan Aliran Sungai Cijantra

BSD Urbanatura Eco Urban Park, Taman Kota Seluas 12 Hektare dengan Aliran Sungai Cijantra

Kamis, 6 Agustus 2026 | 14:41

Sebuah taman kota multifungsi dengan bentangan jalur sungai sepanjang 1,5 kilometer yang dikelilingi lanskap tropis rimbun kini hadir di BSD City, Tangerang.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill