Connect With Us

Sebelum Tewas Terpanggang, Korban Kebakaran di Pamulang Katakan Ini

Rachman Deniansyah | Selasa, 19 Maret 2019 | 19:04

Tampak gudang dekorasi yang terbakar telah di pasang garis police line oleh Kepolisian Tangsel. (TangerangNews/2019 / Rachman Deniansyah)

 

TANGERANGNEWS.com-Nurul Huda, 21, korban menghembuskan nafas terakhirnya karena turut terbakar saat dua gudang dekorasi di Jalan Surya Kencana RT 003/005, Pamulang Barat, Pamulang, Tangerang Selatan diamuk si jago merah,  Selasa (19/3/2019).

Korban yang biasa disapa Saprol itu pun dikatakan Wanih, 42, salah seorang rekan dekatnya, sempat menunjukkan gelagat tidak biasa. Karena, menurut saksi mata kebakaran yang terjadi sekitar pukul 05.00 WIB itu, korban sempat mengatakan tentang kematian.

Tampak gudang dekorasi yang terbakar telah di pasang garis police line oleh Kepolisian Tangsel.

"Sekitar seminggu lalu, dia (Saprol) sempat ngomong ke kakaknya ketika ingin pergi ke Garut. Katanya, kalau di kampung ada yang bertanya tentangnya, kakaknya diminta menyampaikan bahwa dia sudah mati," ujarnya dengan mata yang berkaca-kaca. 

Pria yang pertama kali mengetahui kebakaran tersebut itu pun menuturkan merasa sangat kehilangan korban. Bahkan, ia sempat syok ketika mendapatkan informasi, bahwa kebakaran itu menelan korban jiwa yang tak lain teman karibnya sendiri.

"Saya syok banget banget mas, kenapa Saprol sampai meninggal gitu?," tambahnya.

Tampak gudang dekorasi yang terbakar telah di pasang garis police line oleh Kepolisian Tangsel.

Bahkan, lanjutnya, beberapa jam sebelum kejadian, ia masih sempat bergurai dengan korban. Ternyata, obrolan mereka didini hari tersebut adalah yang terakhir kali.

"Saya benar-benar gak menyangka, semalam saja Saprol masih ngobrol dan bercanda sama saya. Bahkan jam 03.00 WIB pagi, dia masih ketemu saya di sini (warung milik Wanih)," tukasnya. 

Saat ini, kata dia, jasad korban sudah dibawa menuju kampung halamannya di Garut, Jawa Barat untuk dimakamkan.(RMI/HRU)

TANGSEL
Viral! Pedagang Sate Padang di Bintaro Dipalak Preman Rp200 Juta hingga Dikalungin Celurit

Viral! Pedagang Sate Padang di Bintaro Dipalak Preman Rp200 Juta hingga Dikalungin Celurit

Rabu, 30 September 2026 | 17:58

Aksi pemalakan meresahkan yang menimpa seorang pedagang Sate Padang Sektor 9 Group di kawasan Bintaro, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), viral di sosial media.

OPINI
Menakar Tuan Baru Mesin Birokrasi

Menakar Tuan Baru Mesin Birokrasi

Jumat, 18 September 2026 | 20:40

Pergantian pimpinan di kementerian keuangan selalu menjadi diskursus publik yang sangat didominasi oleh analisis terkait stabilitas ekonomi makro dan fluktuasi pasar modal.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill