Hari ini Puncak Arus Mudik di Bandara Soekarno-Hatta, Penumpang Diprediksi Capai 243 Ribu
Jumat, 28 Maret 2025 | 17:59
Puncak arus mudik di Bandara Soekarno-Hatta Kota Tangerang diperkirakan terjadi pada hari ini, Jumat 28 Maret 2025.
TANGERANGNEWS.com-Kecelakaan lalu lintas yang menelan korban jiwa kembali terjadi di Kota Tangsel. Dea Tantri Nia Ningsih, 21, menghembuskan nafas terakhirnya di lokasi kejadian, Jalan RE Martadinata, Ciputat, Tangsel, Jumat (3/5/2019) malam.
Saat itu, korban dibonceng oleh Abdul Riadi, 41, menggunakan sepeda motor Yamaha Mio nopol B-4917-TOO melaju ke arah Jakarta.
Namun, saat akan mendahului bus Primajasa nopol B-7185-TGA yang baru sekitar 100 meter meninggalkan pool di Ciputat, sepeda motor tersebut menyenggol sisi samping kanan depan bus. Diduga, karena tidak cukup ruang untuk menyalip.
"Bus melaju setelah meninggalkan pool ke arah Jakarta sekitar 100 meter. Kemudian pemotor berusaha mendahului. Karena tidak cukup ruang, sepeda motor Yamaha Mio GT nopol B-4917-TOO menyenggol sisi samping kanan depan," ungkap Kasat Lantas Polres Tangsel AKP Lalu Hedwin menerangkan kronologis kecelakaan tersebut, Sabtu (4/5/2019).
Akibatnya, pengendara sepeda motor itu pun terjatuh. Nahas, tubuh Dea masuk ke kolong bus kemudian terlindas kendaraan yang berbobot tonan tersebut.
"Pengendara dan pembonceng kendaraan sepeda motor terjatuh. Pembonceng atas nama Dea Tantri Nia Ningsih terlindas ban depan bus, dan meninggal dunia," tambahnya.
Kasus kecelakaan ini telah ditangani Satlantas Polres Tangerang Selatan dan korban pun telah dievakuasi ke RSUP Fatmawati untuk dibuatkan laporan visumnya.(RMI/HRU)
Puncak arus mudik di Bandara Soekarno-Hatta Kota Tangerang diperkirakan terjadi pada hari ini, Jumat 28 Maret 2025.
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid mengungkapkan, banyak sertifikat tanah lama yang belum memiliki peta kadastral.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan keadaan darurat ekonomi nasional pada Selasa, 2 April 2025, waktu setempat.
Di balik cahaya lampu yang menyala di rumah, masjid, dan jalanan saat Hari Raya, ada sosok yang rela meninggalkan kebersamaan dengan keluarga demi menjaga keandalan listrik.