Connect With Us

4 Caleg Incumbent Dapil Serpong-Setu Digeser Pendatang Baru

Yudi Adiyatna | Selasa, 7 Mei 2019 | 13:29

Caleg Dapil Serpong Setu terpilih periode 2014-2019. (TangerangNews.com/2019 / Yudi Adiyatna)

TANGERANGNEWS.com-Empat calon legislatif incumbent (petahana) Daerah Pemilihan Serpong-Setu yang saat ini kembali maju dalam Pileg 2019 di prediksi tumbang oleh para caleg pendatang baru.

Keempat anggota DPRD Tangsel tersebut kalah dalam raihan suara individu atau pun suara dari partai pengusung.

Mereka adalah Taufik MA (Gerindra), Eeng Sulaiman ( PPP), Abdullah Serin (Nasdem) dan Soleh Asnawi (PBB sebelumnya Partai Hanura). 

Sementara itu dari hasil rekapitulasi hasil perhitungan dalam form DA 1 dari Kecamatan Setu dan Serpong,  yang telah dibacakan dalam rapat pleno rekapitulasi suara tingkat KPU Tangsel, Senin (6/5/2019) kemarin tercatat, hanya dua caleg incumbent yang berhasil kembali mewakili masyarakat.

Keduanya yakni, Abdul Rosyid dari Partai Golkar dengan raihan 7.673 suara dan Nurhayati Yusuf dari Partai Demokrat (sebelumnya PKB) dengan raihan 6.535 suara.

Adapun enam caleg lain dari delapan alokasi kursi Dapil Serpong-Setu yang diprediksi melenggang ke Gedung Dewan yakni, Zulfa Sungki Setiawati dari Partai Gerindra dengan 5.638 suara, Syariah dari Partai Golkar dengan 5.076 suara.

Lalu, Paramita Messayu dari PKS dengan 3.470 suara, Mohamad Soleh dari PKB dengan 3.309 suara, Putri Ayu Abis dari PDIP dengan 3.211 suara dan terakhir Alexander Prabu dari PSI dengan 2.510 suara.

Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Zaki Mubarok mengatakan, fenomena gagalnya caleg incumbent merupakan sebuah bentuk simbol perlawanan terhadap figur-figur lama yang telah ada sebelumnya dari masyarakat. 

Zaki menyebut, kinerja selama 5 tahun menjabat, caleg incumbent yang dianggap kurang berhasil pun bisa menjadi patokan bagi pemilih untuk tidak memilih kembali calon tersebut di luar faktor-faktor penyebab lainnya.

"Caleg incumbent tidak terpilih bisa karena mereka terlalu percaya diri sehingga kurang optimal dalam kampanye, kinerjanya sebagai legislatif tidak memuaskan masyarakat, dan juga masyarakat ingin perubahan dengan memilih figur-figur yang baru," jelasnya. 

Dosen FISIP UIN Jakarta ini pun mengomentari terkait fenomena gagalnya PPP dan Nasdem di Tangsel yang tersaingi oleh partai pendatang baru, PSI dalam meraih kursi di DPRD. 

Zaki menyebut problem konflik internal di PPP dan tertangkapnya Ketua Umum PPP jadi pukulan telak dan menggerus tingkat elektabikitas partai di daerah dan juga Tangsel.

"Dugaan saya kesalahan pada caleg-caleg Nasdem yang tidak maksimal. Dari segi ketokohan juga kurang. Kampanyenya juga tampak kurang agressif. Ini mungkin yg menbuat Nasdem bisa disalip PSI di Tangsel," katanya.

"PSI parpol baru yang agressif dan penuh inovasi dalam kampanye. Isu-isu menarik seperti restorasi, perubahan, yang dulu banyak dilontarkan Nasdem di kampanye lalu telah diambil alih oleh PSI," tambah Zaki.(RAZ/HRU)

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

NASIONAL
Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Massa Aksi 28 Oktober

Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Massa Aksi 28 Oktober

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:04

Polda Metro Jaya akan menyelidiki viralnya video teh kemasan berbusa yang beredar di media sosial setelah aksi penyampaian aspirasi pada 28 Oktober 2026.

TEKNO
Cegah Serangan Siber PHP2Shell, Pemkot Tangerang Amankan 157 Aplikasi

Cegah Serangan Siber PHP2Shell, Pemkot Tangerang Amankan 157 Aplikasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:21

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) memastikan pelayanan publik berbasis digital tetap berjalan lancar. Pemkot juga menjamin seluruh data pribadi masyarakat berada dalam kondisi aman

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill