ARYADUTA Country Club Gelar Tennis Coaching Clinic Digelar, Peserta Bisa Belajar Langsung dari Pelatih Internasional Coach Wibowo
Jumat, 4 September 2026 | 12:17
ARYADUTA Country Club akan menggelar Tennis Coaching Clinic pada 26–27 September 2026.
TANGERANGNEWS.com-Setelah libur Hari Raya Idul Fitri 1440 H, warga yang mengurus dokumen kependudukan di kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) terpantau masih sepi, Kamis (13/6/2019).
Padahal, akibat urbanisasi, diprediksi tak sedikit warga yang datang ke Tangsel untuk mengadu nasib (mencari pekerjaan).
Kepala Disdukcapil Tangsel Dedi Budiawan mengakui, jumlah pemohon data kependudukan pasca lebaran ini menurun.
"(Pasca lebaran ini) justru malah turun, (mencapai) 50 persen," jelas Kepala Disdukcapil Tangsel, Dedi Budiawan kepada TangerangNews, Kamis (13/6/2019).
Dedi berpendapat, menurunnya jumlah tersebut dikarenakan masih banyak warga yang berada di kampung halamannya.
Namun Budiawan memprediksi, akan terjadi pertambahan penduduk karena dampak urbanisasi. Ia mencontohkan hal itu terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.
"Biasa kalau puasa banyak yang pindah keluar, (sedangkan) habis lebaran banyak yang pindah datang (ke Tangsel), (tapi) gak begitu banyak kok," tukasnya.
Penduduk yang datang ke Tangsel tersebut, kata dia, akan mengurus sejumlah dokumen kependudukan, diantaranya Surat Keterangan Pindah Warga Negara Indonesia (SKPWNI).
"Dilanjut dengan Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP)," tutupnya.(MRI/RGI)
ARYADUTA Country Club akan menggelar Tennis Coaching Clinic pada 26–27 September 2026.
TODAY TAGPT PLN (Persero) melalui Unit Induk Distribusi (UID) Banten memastikan pasokan listrik tetap andal selama Danantara Housing Expo 2026 yang berlangsung di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2
Kebakaran hutan dan lahan merupakan tantangan tata kelola yang berulang setiap siklus musim kemarau di Indonesia. Keterlambatan respons mesin birokrasi pemerintah daerah maupun pusat tidak sekadar berakar pada persoalan anomali cuaca.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews