Dekati Kawasan Hunian, COURTS Buka Gerai One-Stop Shopping di Bintaro Xchange
Sabtu, 24 Januari 2026 | 23:40
Warga urban Jakarta dan sekitarnya tidak lagi harus menembus macet menuju pusat kota, untuk belanja kebutuhan perlengkapan rumah tangga.
TANGERANGNEWS.com-Fenomena demonstrasi yang melibatkan ribuan pelajar di Tanah Air, menarik perhatian publik. Dua anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pun menanggapinya.
Saat dihubungi, Anggota Komisi II DPRD Tangsel Putri Ayu Anisya menyayangkan fenomena tersebut. Menurutnya, mereka harus lebih dibimbing lagi, karena demo bukan hanya soal ikut-ikutan saja.
"Bahwa penyampaian aspirasi juga harus memperjuangkan pokok-pokok substansi dari aksi demontrasi," ungkap Putri yang juga merupakan Ketua Fraksi PDI-P, Kamis (3/10/2019).
Terlebih, kata dia, dikhawatirkan jika pelajar terkena provokasi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
"Jangan sampai kehadiran adik-adik siswa menengah justru malah membuat situasi keruh, karena terkena provokasi dari pihak yang tidak bertanggubg jawab," ujarnya.
Baca Juga :
"Mendikbud juga sudah menerbitkan surat edaran larangan siswa untuk ikut berdemo. Hal ini bertujuan agar aksi unjuk rasa tidak mengarah pada kekerasan dan kerusuhan yang membahayakan dirinya dan orang lain," imbuhnya.
Senada dengannya, Anggota Komisi II DPRD Tangsel lainnya, Ahmad Syawqi mengatakan seharusnya ada koordinasi dan komunikasi yang baik, agar tak terjadi fenomena tersebut.
"Kalau kita sih menilai ada komunikasi dan koordinasi yang buruk juga. Itu jadi salah satu penyebab sebenarnya," kata Syawqi melalui sambungan telepon.
Menurutnya, komunikasi yang baik itu harus dilakukan oleh seluruh elemen. Mulai dari Pemkot, pihak sekolah, ataupun kampus.
"Ya dari pihak sekolah, dari kampus gitu loh. Kalau bicara pemuda ada Dispora, kalau sekolah ada Dikbud, gitu sih," pungkasnya.(RAZ/HRU)
Warga urban Jakarta dan sekitarnya tidak lagi harus menembus macet menuju pusat kota, untuk belanja kebutuhan perlengkapan rumah tangga.
TODAY TAGSebanyak 890 rumah di Desa Cirumpak, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, masih terendam banjir yang diakibatkan luapan Sungai Cimanceuri dan Cipasilian hingga saat ini, Rabu 28 Januari 2026.
Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews