Connect With Us

Fraksi Gerindra-PAN Tuntut Pemkot Tangsel Terbuka Soal RAPBD

Rachman Deniansyah | Senin, 18 November 2019 | 20:58

Ilustrasi Partai Gerindra dan Partai PAN. (tribunnews.com / tribunnews.com)

 

TANGERANGNEWS.com-Faksi Gerindra-PAN Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), menuntut Pemerintah Kota (Pemkot) setempat agar transparan soal Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2020. 

Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Ketua DPRD Tangsel Li Claudia Chandra dalam keterangan tertulisnya yang diterima TangerangNews, Senin (18/11/2019).

Fraksi GERINDRA-PAN menilai, proses pembahasan, penyusunan RAPBD tahun 2020 masih jauh dari prinsip akuntable.

Wanita yang akrab disapa Alin itu menjelaskan, penilaian itu disebabkan Pemkot Tangsel tak dapat memberikan dokumen Rencana Kerja Anggaran (RKA) saat pembahasan dengan Badan Anggaran, Kamis (14/11/2019) lalu.

"Bagaimana kami bisa melakukan pembahasan kalau dokumen Rencana Kerja Anggarannya tidak kami pegang," ucap Alin yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Tangsel.

Baca Juga :

Hal itu, kata dia, menjadi preseden buruknya proses penyusunan anggaran daerah.

"Hari ini Fraksi Gerindra-PAN menuntut Pemerintah Kota Tangerang Selatan terbuka terkait anggaran," tegasnya. 

Atas kejadian itu, ke depan, ia meminta dokumen RKA harus sudah diberikan jauh-jauh hari sebelum pembahasan.  

"Pemerintah Kota Tangerang Selatan harus menyediakan website yang bisa diakses dan dipantau oleh seluruh masyarakat," tuturnya. 

Tuntutan itu, ditegaskannya, bukan untuk menghambat proses pembahasan RAPBD. 

"Kami  berkewajiban menjalankan fungsi dan tugas kami dalam penganggaran dan pengawasan. Kami Fraksi Gerindra-PAN ingin membangun budaya transparan dan akuntabilitas dalam penggunaan uang rakyat," pungkasnya.(RMI/HRU)

KAB. TANGERANG
Habiskan Rp13 Miliar, Begini Potret Hasil Penataan Rumah Nelayan Mauk yang Dulunya Kumuh

Habiskan Rp13 Miliar, Begini Potret Hasil Penataan Rumah Nelayan Mauk yang Dulunya Kumuh

Jumat, 17 April 2026 | 08:00

Kampung nelayan di Tanjung Anom, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, yang dulunya kumuh berubah drastis menjadi permukiman asri dan nyaman.

BISNIS
Setelah 5 Tahun, Menantea Akhiri Operasional Seluruh Gerai April 2026

Setelah 5 Tahun, Menantea Akhiri Operasional Seluruh Gerai April 2026

Selasa, 14 April 2026 | 14:11

Bisnis minuman teh kekinian Menantea yang didirikan oleh Jerome Polin pada 2021, lalu, resmi menghentikan seluruh operasional gerainya pada 25 April 2026, setelah berjalan selama kurang lebih lima tahun.

SPORT
Ajak Warga Peduli Kesehatan Mata, RS Mata Achmad Wardi Gelar Run for Vision 2026 di Serang 

Ajak Warga Peduli Kesehatan Mata, RS Mata Achmad Wardi Gelar Run for Vision 2026 di Serang 

Senin, 13 April 2026 | 19:17

RS Mata Achmad Wardi menggelar ajang lari Run for Vision 2026 sebagai bagian dari rangkaian peringatan hari ulang tahun rumah sakit yang jatuh setiap 21 April.

NASIONAL
Pemerintah Buka 35 Ribu Lowongan Pengelola Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan, Ini Syaratnya

Pemerintah Buka 35 Ribu Lowongan Pengelola Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan, Ini Syaratnya

Jumat, 17 April 2026 | 10:35

Menteri Koordinator (Menko) Pangan Zulkifli Hasan mengumumkan pembukaan rekrutmen besar-besaran untuk pengelolaan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) mulai 15 April 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill