Connect With Us

Warga Keluhkan Banjir & Kecelakaan di Underpass Cilalung

Yudi Adiyatna | Rabu, 4 Desember 2019 | 21:40

Warga setempat saat mengunjungi underpass di pembangunan jalan tol Serpong-Cinere. (TangerangNews/2019 / Yudi Adiyatna)

 

TANGERANGNEWS.com-Warga Kampung Cilalung, Kelurahan Serua, Ciputat, mengeluhkan pembangunan underpass di wilayahnya. Sebab, underpass yang dibangun bersamaan dengan pembangunan jalan tol Serpong-Cinere tersebut, sering menimbulkan kecelakaan pengguna jalan.

Selain kecelakaan, underpass tersebut juga kerap digenangi air lantaran drainase di sekitaran lokasi tidak berfungsi dengan baik.

Warga pun mengadukan persoalan tersebut ke Anggota DPRD Kota Tangsel, Sukarya, yang saat itu tengah melaksanakan reses ketiganya di RT 05/18 Kampung Cilalung Serua, Ciputat. 

Warga setempat saat mengunjungi underpass di pembangunan jalan tol Serpong-Cinere.

Usai melaksanakan reses, Sukarya bersama warga langsung meninjau underpass yang dikeluhkan warga tersebut.

Muhidin, salah satu warga Kampung Cilalung Serua mengatakan, warga hanya menginginkan underpass segera diperbaiki. Karena, jalan di bawah underpass tersebut merupakan lalulintas bagi warga Cilalung menuju perumahan Bukit Nusa Indah maupun menuju Parung Benying.

"Kami hanya ingin underpass ini diperbaiki. Karena sangat berbahaya, terutama ibu-ibu yang setiap hari antar jemput anak sekolah," kata Muhidin di lokasi underpass Cilalung Serua, Rabu (4/12/2019).

Dilokasi yang sama, Ketua RT 05/18, Rian Saputra mengungkapkan, sejak adanya underpass di wilayahnya, sudah tujuh kali kecelakaan terjadi di bawah underpass tersebut.

"Sudah ada tujuh orang yang saya tangani akibat kecelakaan di underpass ini," ungkapnya.

Pengendara yang mengalami kecelakaan, kata dia, rata-rata dialami oleh ibu-ibu yang secara tidak langsung berpapasan dengan pengendara yang akan masuk lewat underpass.

"Kondisi jalan terlalu curam yang dari arah Cilalung ini kan lewat underpass, sebelum masuk underpass, penglihatan terhalang oleh tembok. Ini yang menyebabkan kecelakaan," terangnya.

Baca Juga :

Begitu pun soal banjir yang terjadi di underpass Kampung Cilalung Serua, kerap mengganggu aktifitas warga. Bahkan, warga tak bisa melalui jalan yang ada di bawah underpass tersebut lantaran genangan air setinggi 70 centimeter pernah menggenangi jalan tersebut.

"Pernah ditangani sama pengelola pembangunan jalan tol, itu disedot dengan mobil penyedot air dan jalannya dibersihkan. Tapi setiap hujan tergenang air lagi, karena air yang mengalir ke Nusa Indah tidak mengalir. Sebab lebih tinggi di sana dibanding di sini," tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Tangsel, Sukarya mengatakan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti keluhan warga tersebut.

"Ini akan kita tindaklanjuti. Jangan sampai keberadaan jalan tol malah mengorbankan masyarakat. Masyarakat sudah mendukung program pemerintah pusat melalui pembangunan jalan tol, harus ada perbaikan," singkat Ketua Komisi ll DPRD Tangsel ini.(RMI/HRU)

NASIONAL
Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.

WISATA
Catat Jadwalnya, Festival Layang-layang Meriahkan Akhir Pekan di Paramount Petals

Catat Jadwalnya, Festival Layang-layang Meriahkan Akhir Pekan di Paramount Petals

Minggu, 18 Oktober 2026 | 12:15

Paramount Petals Tangerang menghadirkan Festival Layang-layang Paramount Petals sebagai pilihan aktivitas akhir pekan bagi keluarga.

KAB. TANGERANG
Cegah Pelajar Ikut Demo 20 Oktober, Polreta Tangerang Jaga Ketat Tol dan Stasiun

Cegah Pelajar Ikut Demo 20 Oktober, Polreta Tangerang Jaga Ketat Tol dan Stasiun

Senin, 19 Oktober 2026 | 18:56

Polresta Tangerang melakukan pengetatan pengamanan di sejumlah stasiun commuter line dan akses tol Merak-Jakarta yang berada di wilayah hukumnya menjelang aksi unjuk rasa di Jakarta, pada Selasa 20 Oktober 2026.

TEKNO
Fundamental dan Teknikal Solana di Akhir Tahun 2026

Fundamental dan Teknikal Solana di Akhir Tahun 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:16

Solana memasuki akhir 2026 dengan sejumlah katalis yang dapat menentukan arah harga SOL. Pertumbuhan ekosistem, aktivitas jaringan, pengembangan aplikasi terdesentralisasi, serta kondisi pasar kripto menjadi faktor fundamental yang perlu

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill