Nikmati Kopi Sambil Merasakan Kehangatan Pelayanan Penyandang Disabilitas di Bisa Cafe Karawaci
Minggu, 26 Juli 2026 | 21:38
Menikmati secangkir kopi hangat kini tidak hanya sekadar soal rasa, tetapi juga tentang merayakan kesetaraan.
TANGERANGNEWS.com-Peristiwa menggegerkan terjadi di kediaman Rohimah, 60, warga Witana Harja, Pamulang, Tangerang Selatan, Kamis (9/1/2020) malam.
Ular sanca ditemukan bersarang di bawah kasurnya. Sontak ia pun kaget bukan kepalang.
Awalnya, Rohimah mengetahui ada yang janggal dengan kasur yang sehari-hari digunakannya itu saat anaknya mendengar suara dan pergerakan yang bersumber dari kasur tersebut.
Anak perempuannya yang tengah menyapu lantai kamar itu pun merasa penasaran. Ia mengamati kondisi kasur dan menemukan kejanggalan.
"Jadi kasur bejendol (benjol-benjol) gitu. Terus mantu saya coba tekan, katanya lunak," ujar Rohimah, Jumat (10/1/2020).
Karena merasa penasaran, kasur tersebut pun kembali ditekan berkali-kali.
"Saya tekan terus menerus, tapi takut buat mastiin. Akhirnya saya telpon anak laki saya yang sedang ngojeg,” imbuhnya.
Setelah anak laki-lakinya tiba, lanjut Rohimah, kasur itu pun langsung dirobek menggunakan pisau. Maka seisi rumah itu pun syok, karena mereka melihat ular sanca batik.
"Kemudian kasur saya langsung dibawa ke luar rumah, diletakan di jalan dan dirobek," paparnya.
Ular sepanjang sekitar 3,5 meter itu ternyata tidak bisa bergerak leluasa, karena terhimpit diantara per kasur.
"Ada kali sekitar 3,5 meter. Dia enggak bisa keluar karena di dalam kasur kan banyak per. Tapi setelah bisa dikeluarkan, sekarang ularnya itu dikarungin anak saya," pungkasnya.
Belum diketahui reptil dari famili Pythonidae itu bisa sampai masuk ke dalam kasur. Rohimah juga tidak merasakan ada kejanggalan saat ia berbaring diatas kasur tersebut.(RMI/HRU)
Menikmati secangkir kopi hangat kini tidak hanya sekadar soal rasa, tetapi juga tentang merayakan kesetaraan.
TODAY TAGFestival Cisadane 2026 mencatatkan capaian yang lebih besar dibanding tahun sebelumnya. Selama lima hari pelaksanaan, ajang budaya tahunan di Kota Tangerang itu berhasil menarik sekitar 139.682 pengunjung
Bagi masyarakat Kota Tangerang yang merasa terganggu oleh Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan hingga mencaplok fasilitas umum seperti trotoar, badan jalan, taman, maupun ruang publik lainnya, dapat melaporkannya langsung ke Satpol PP.
Para perumus kebijakan dengan visi menembus galaksi bimasakti menggagas kewajiban suci bagi seluruh dosen perguruan tinggi untuk memiliki kualifikasi akademik sekurang kurangnya strata tiga.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews