Connect With Us

Rayakan HUT di Tangsel, PDIP Ingatkan Berpolitik Ala Bung Karno

Rachman Deniansyah | Senin, 27 Januari 2020 | 10:38

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto saat memberikan sambutannya dalam kegiatan hari jadi PDI Perjuangan ke-47 di halaman kantor DPC PDI Perjuangan, di Jalan Pahlawan Seribu, Serpong, Tangsel, Minggu (26/1/2020). (TangerangNews / Rachman Deniansyah)

 

TANGERANGNEWS.com-Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) Hasto Kristiyanto menyampaikan, berpolitik tak hanya soal kekuasaan, namun harus rela menangis bersama masyarakat.

Hal itu ia sampaikan saat merayakan hari jadi partainya yang ke-47 di halaman Kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan, Jalan Pahlawan Seribu, Serpong, Tangerang Selatan, Minggu (26/1/2020).

"Berpolitik bukan di awang-awang, tapi rela turun menangis bersama rakyat," ungkap Hasto dengan nada tegas.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto saat memberikan sambutannya dalam kegiatan hari jadi PDI Perjuangan ke-47 di halaman kantor DPC PDI Perjuangan, di Jalan Pahlawan Seribu, Serpong, Tangsel, Minggu (26/1/2020).

Menurutnya, makna berpolitik seperti itulah yang sepatutnya menjadi pedoman bagi para politikus. Seperti yang diajarkan oleh Sang Ketua Umum, Megawati Soekarno Putri

"Bahwa berpolitik itu (mampu) membangun peradaban, dan bahwa berpolitik itu (mampu) menyentuh seluruh kehidupan masyarakat," tambahnya. 

Sekjend partai berlambang banteng itu menambahkan, berpolitik juga harus dibarengi dengan rasa cinta terhadap tanah air. 

"Berpolitik tanpa rasa cinta tanah air tidak ada gunanya. Di dalam dada kita harus bergelora semangat mencintai tanah air," kata Hasto dengan lantang di depan para kadernya. 

Hal itu semua yang dilakukan Bung Karno. Sebuah semangat yang akhirnya membebaskan rakyat Indonesia dari berbagai belenggu penjajahan. 

"Semangat itu yang terus berkobar. Hingga ketika Bung Karno merencanakan bagaimana partai politik dapat mengorganisir rakyat agar kita mendapatkan kemerdekaan," pungkasnya.(RAZ/HRU)

KAB. TANGERANG
Rela Bayar Mahal, Ternyata Ini Alasan Perusahaan di Tangerang Lebih Pilih Pekerja Asing Dibanding Warga Lokal

Rela Bayar Mahal, Ternyata Ini Alasan Perusahaan di Tangerang Lebih Pilih Pekerja Asing Dibanding Warga Lokal

Jumat, 2 Oktober 2026 | 20:28

Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) Tangerang mengamankan 13 warga negara (WN) Tiongkok karena diduga kuat melakukan penyalahgunaan izin tinggal keimigrasian.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

NASIONAL
Sering Susah Tidur dan Sulit Fokus, Seraphim Buka Pusat Kesehatan Otak dan Tidur

Sering Susah Tidur dan Sulit Fokus, Seraphim Buka Pusat Kesehatan Otak dan Tidur

Rabu, 30 September 2026 | 16:20

Sulit tidur, bangun dalam kondisi tetap lelah, sulit berkonsentrasi hingga sering lupa menjadi keluhan yang kerap muncul di tengah gaya hidup masyarakat urban

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill