Connect With Us

Paparan Radiasi Bersumber dari Serpihan Sampah Radioaktif

Rachman Deniansyah | Sabtu, 15 Februari 2020 | 13:18

| Dibaca : 640

Sekertaris Utama Bapeten Hendrianto Hadi Tjahyono. (TangerangNews / Rachman Deniansyah)

 

TANGERANGNEWS.com-Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) memastikan bahwa paparan radiasi yang ditemukan pada sebuah tanah kosong di Perumahan Batan, Setu, Tangsel, bersumber dari serpihan sampah radioaktif. 

"Ini limbah atau sampah radioaktif," ucap Sekertaris Utama Bapeten Hendrianto Hadi Tjahyono di lokasi, Sabtu (15/2/2020).

Namun, paparan radiasi yang terpancar dari sampah radioaktif itu tetap berbahaya. Karenanya, Bapeten  bersama Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) langsung melakukan pembersihan area dengan cara pengerukan. 

Langkah itu diambil, karena sampah radioaktif yang berbentuk buliran sudah terkontaminasi dengan tanah, bebatuan di lokasi. 

"Namananya itu Cesium 137, itu nuklida, jadi radioaktifnya itu. Bentuknya buliran, serpihan kecil lebih besar dari pasir, tapi enggak sebesar itu. Jadi bukan yang bersumber dari jarum, atau tabung, bukan seperti itu," paparnya. 

Hadi mengatakan, meski sebagian serpihan sudah diamankan, namun Bap akan terus melakukan investigasi dan penelitian sampai kondisi bisa dikatakan aman. 

Pihaknya masih akan melakukan beberapa tindakan. Seperti pengecekan atau mapping ulang. 

"Aturannya bahwa sampah radioaktif itu harus dikelola. Pengelolaan itu, nah ini yang harus kita cek. Jadi kita bukan investigasi sumbernya, tapi limbahnya itu dari mana," pungkasnya.(DBI/HRU)

BANDARA
Pekerja Bandara Soekarno Hatta Jual 200 Surat Keterangan Bebas COVID-19 Palsu

Pekerja Bandara Soekarno Hatta Jual 200 Surat Keterangan Bebas COVID-19 Palsu

Senin, 18 Januari 2021 | 13:53

TANGERANGNEWS.com—Jajaran Polresta Bandara Soekarno-Hatta membongkar kasus pemalsuan surat keterangan bebas COVID-19

TOKOH
Syekh Ali Jaber Meninggal Dunia

Syekh Ali Jaber Meninggal Dunia

Kamis, 14 Januari 2021 | 11:40

TANGERANGNEWS.com-Kabar duka datang dari pendakwah Syekh Ali Jaber. Ulama

"Jika masa lalu tidak berjalan sesuai yang Anda inginkan, bukan berarti masa depan bisa menjadi lebih baik dari yang selalu Anda bayangkan"

@TangerangNews