Connect With Us

Pandemi Corona, Airin Anjurkan Warga Bersalaman Ala Muslim

Rachman Deniansyah | Jumat, 13 Maret 2020 | 17:01

Cara bersalaman ala Muslim, yang dianjurkan Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany, sebagai cara menghindari diri dari virus Corona. (@TangerangNews / Rachman Deniansyah)

TANGERANGNEWS.com-Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany menganjurkan warganya untuk bersalaman dengan cara seperti kaum muslim, yakni dengan merapatkan kedua tangan, dan tidak bersentuhan dengan orang yang disalaminya. 

Hal itu berkenaan dengan ditetapkannya status Pandemi (menyebar luas) virus COVID-19 atau yang tenar disebut virus Corona oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Status Pandemi sendiri ditetapkan, karena virus tersebut telah menyebar ke hampir seluruh dunia.

Menurutnya, untuk menghindari diri terinfeksi dari virus Corona bisa dilakukan dengan hal kecil, seperti menjaga daya tahan tubuh, dan bersalaman. 

Cara bersalaman ala Muslim, yang dianjurkan Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany, sebagai cara menghindari diri dari virus Corona, Ilustrasi.

"Coba hal kecil saja, misalnya bersalaman kita begini (mencontohkan cara bersalaman ala muslim)," ungkap Airin di Puspemkot Tangsel, Ciputat, Tangsel, Jumat (13/3/2020).

Airin menuturkan, bersalaman layaknya kaum muslim itu dianjurkan karena sebagai langkah pencegahan (preventif) saja. 

"Untuk menjaga aja sebetulnya. Jadi bukan karena apa-apa. Itu hanya sebagai preventif saja," kata dia.

Menurutnya, cara bersalaman seperti itu dipilihnya, juga karena telah sesuai dengan apa yang diajarkan oleh agama Islam. 

"Jadi terserah masyarakat mau seperti apa, ya untuk pengalaman kita tidak apa-apa, kita salaman ala umat muslim dan untuk jaga wudu juga kan," tutur Airin. 

"Kalau memang kita muslim, saya juga dari dulu disuruhnya jaga wudu, ya sudah benar lah," sambungnya. 

Dikatakan Airin, salaman ala kaum muslim itu juga lebih baik, jika dibandingkan gaya salaman yang baru-baru ini muncul. 

"Mending begini (bersalaman ala muslim), dari pada yang ada di luar sana, ada-ada saja. Pakai kaki lah,  pakai siku lah," pungkasnya. (RMI/RAC)

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

KAB. TANGERANG
Gadis 16 Tahun yang Kabur ke Apartemen PIK 2 Diduga Korban Kekerasan Seksual Modus Pengantin Pesanan

Gadis 16 Tahun yang Kabur ke Apartemen PIK 2 Diduga Korban Kekerasan Seksual Modus Pengantin Pesanan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 20:46

Seorang siswi SMK berusia 16 tahun asal Tasikmalaya, Jawa Barat (Jabar) yang dilaporkan kabur ke apartemen kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Kabupaten Tangerang, diduga korban kekerasan seksual warga negara China.

NASIONAL
Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill