Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan
Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:40
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TANGERANGNEWS.com-Kasus penyebaran virus Corona atau COVID-19 di Kota Tangerang Selatan terus meningkat.
Menurut data terakhir yang dirilis Tim Gugus Tugas COVID-19 Kota Tangsel pada Rabu (25/3/2020) pukul 15.30 WIB, terdapat sebanyak 202 orang dalam pemantauan (ODP) dan 89 pasien dalam pengawasan (PDP)
Sementara, untuk pasien yang terkonfirmasi positif terjangkit virus Corona telah mencapai 15 orang dengan 4 orang dinyatakan meninggal dunia.
Kini, Pemerintah Kota Tangsel pun mulai memikirkan untuk merilis peta penyebarannya.
"Nanti akan ada pemetaan wilayahnya. ODP di titik mana, PDP di titik mana," ungkap Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie usai memimpin rapat Gugus Tugas COVID-19 di wilayah Serpong, Tangsel, Rabu (25/3/2020).
Namun, menurutnya, hal itu masih perlu dikaji secara matang. Selama ini, kata dia, Pemkot Tangsel bersama tim Gugus Tugas COVID-19 masih mempertimbangkan tingkat keresahan masyarakat.
"Kita bisa saja melakukan itu, cuma kemudian kalau menimbulkan tingkat keresahan yang berlanjut di masyarakat, itu pertimbangan kita," terangnya.
Senada dengannya, Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 Kota Tangsel Tulus Muladiono mengatakan, peta penyebaran itu hingga kini belum dikeluarkan juga karena pertimbangan lain. Ia menilai bahwa masyarakat Tangsel belum siap.
"Untuk menampilkan penyebaran itu, sekarang kan masalahnya kita belum siap. Masyarakaat kita social distancing saja belum bisa nurut. Apalagi physical distancing, kita harus siap. Kalo enggak siap kan susah. Kalau sudah siap, baru kita bisa ini loh petanya, posisinya," tutupnya. (RMI/RAC)
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TODAY TAGOrang tua mana yang tidak hancur hatinya, ketika melihat anaknya tersakiti? Terlebih jika peristiwa menyakitkan itu terjadi di lingkungan sekolah, tempat yang semestinya menjadi ruang aman bagi anak untuk belajar, bertumbuh
Solana memasuki akhir 2026 dengan sejumlah katalis yang dapat menentukan arah harga SOL. Pertumbuhan ekosistem, aktivitas jaringan, pengembangan aplikasi terdesentralisasi, serta kondisi pasar kripto menjadi faktor fundamental yang perlu
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews