Connect With Us

Dampak PSBB, Volume Sampah di Tangsel Meningkat

Rachman Deniansyah | Senin, 4 Mei 2020 | 19:22

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Selatan Toto Sudarto, Senin (4/5/2020). (@TangerangNews / Rachman Deniansyah)

TANGERANGNEWS.com-Volume sampah di Kota Tangsel meningkat sejak diberlakukannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Peningkatan mencapai 10 persen.

Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangsel Toto Sudarto di Puspemkot Tangsel, Jalan Maruga Raya, Ciputat, Tangsel, Senin (4/5/2020).

"Peningkatan sampah memang ada (terjadi) 10 persen," kata Toto. 

Peningkatan tersebut rata-rata terjadi hanya pada sampah yang berasal dari rumah warga (sampah rumah tangga).

"Kalau dari restauran dan perhotelan berkurang karena tutup selama PSBB. Sedangkan untuk di pasar itu stabil," imbuhnya. 

Ditambahkan Kepala Seksie (Kasie) Pengelolaan Sampah pada Dinas Lingkungan Hidup Tangsel Rastra Yudhatama, saat ini sampah rumah tangga yang berasal dari rumah warga se-Tangsel mencapai sekitar 80 ton perhari.

"Biasanya (sebelum PSBB) hampir 50 sampai 70 ton sehari, kalau sekarang hampir 80 ton," tutur Yudha. 

Peningkatan volume sampah itu terjadi lantaran banyak warga yang berdiam di rumah selama pandemi COVID-19 dan berlakunya PSBB.

"Jadi dipastikan itu naik 10 persen, karena kebanyakan ibu rumah tangga masak di rumah dan tidak ada kegiatan keluar rumah," katanya.

Sementara itu, volume sampah dari sumber lainnya justru menurun, seperti sampah di pinggir jalan. 

"Terutama sampah yang ada di pinggir jalan, itu berkurang 30 sampai 40 persen, seperti di bawah fly over Ciputat dan Jalan Kesehatan, Pondok Aren. Karena yang buang itu sumbernya dari pendatang yang mengontrak, dan sekarang sudah pulang kampung sebelum PSBB berlaku," jelas Yudha. 

Sedangkan, untuk sampah yang berasal dari pasar, masih stabil. Tidak bertambah atau berkurang.

"Yakni sekitar dua bak amrol (dump truk) tiap harinya. Untuk perhotelan dan restauran itu yang berkurang," pungkasnya. (RMI/RAC)

NASIONAL
PLN Group Jalin Lima Kolaborasi Strategis Senilai Rp3,3 Triliun di Electricity Connect 2026

PLN Group Jalin Lima Kolaborasi Strategis Senilai Rp3,3 Triliun di Electricity Connect 2026

Kamis, 24 September 2026 | 19:55

PLN Group menjalin lima kolaborasi strategis dengan estimasi nilai mencapai Rp3,3 triliun dalam gelaran Electricity Connect 2026 di ICE BSD City, Selasa 22 September 2026.

BANDARA
Sindikat Pengirim Pekerja Migran Ilegal Ditangkap di Bandara Soetta, Modus Liburan, Tipu Korban Rp90 juta

Sindikat Pengirim Pekerja Migran Ilegal Ditangkap di Bandara Soetta, Modus Liburan, Tipu Korban Rp90 juta

Jumat, 25 September 2026 | 20:04

Polresta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) menangkap dua anggota sindikat pengiriman Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) non-prosedural dengan modus perjalanan wisata ke Jepang.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

SPORT
Masih Tanpa Emas di Asian Games 2026, Indonesia Ketinggalan di Peringkat 23

Masih Tanpa Emas di Asian Games 2026, Indonesia Ketinggalan di Peringkat 23

Kamis, 24 September 2026 | 12:35

Persaingan klasemen medali Asian Games 2026 terus berubah seiring bertambahnya nomor pertandingan. Hingga Kamis 24 September 2026, Indonesia masih belum meraih medali emas dan berada di peringkat ke-23.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill