Selat Hormuz: Dari Jalur Vital Menuju Leher Botol Dunia
Rabu, 29 April 2026 | 19:48
Penutupan Selat Hormuz kembali menegaskan satu hal yang kerap luput dari kesadaran kita: dunia modern tidak sepenuhnya berdiri di atas fondasi yang kokoh.
TANGERANGNEWS.com-Di tengah pandemi COVID-19, ketersediaan stok kantong darah di Kota Tangerang Selatan sempat menipis. Sementara itu, kebutuhan darah lumayan tinggi.
Kepala Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangsel Suhara Manullang mengatakan, pada Maret lalu stok sempat menipis, yakni saat virus Corona tengah benar-benar merajalela.

"Jadi memang dampak karena pandemi, salah satunya adalah soal ketersediaan (darah). Karena pendonor merasa khawatir saat akan mendonorkan darahnya," ungkap Suhara di Kantor UDD PMI Kota Tangsel, Selasa (7/7/2020).
PMI Tangsel kemudian melakukan berbagai cara untuk tetap memenuhi ketersediaan darah, salah satunya dengan mengirim surat ke seluruh rumah sakit di Tangsel.
"Kami menulis surat ke rumah sakit, apabila membutuhkan darah diharapkan ada darah pengganti, baik dari keluarganya, atau saudaranya. Sehingga itu bisa mencukupi kecukupan darah tersebut," katanya.
Dengan demikian, stok darah pun kemudian tetap aman. Kemudian, seiring dengan edukasi dan sosialisasi dari pemerintah, stok darah di Tangsel pun kini telah berangsur normal kembali.
"Seiring waktu, pemahaman, serta adanya pelonggaran dari PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) Kota Tangsel ini sudah ada mulai perbaikan dari jumlah pendonor dan stok darah," jelasnya.
Terlebih, UDD PMI Tangsel juga mempunyai pendonor setia yang rutin mendonorkan darahnya, seperti komunitas dan pendonor aktif yang langsung datang ke PMI.
"Untuk beberapa komunitas, seperti TNI, Polri, dan beberapa organisasi masyarakat yang rutin, seperti organisasi gereja, .asjid, itu pun tetap mengadakan donor darah," sambungnya.
Suhara memastikan bahwa selama pandemi COVID-19, stok darah di Tangsel tetap aman.
"Selama ini tidak ada kendala. Enggak sampai (kehabisan stok) darah," pungkasnya.
Penutupan Selat Hormuz kembali menegaskan satu hal yang kerap luput dari kesadaran kita: dunia modern tidak sepenuhnya berdiri di atas fondasi yang kokoh.
TODAY TAGPemerintah memberikan keringanan iuran sebesar 50 persen untuk program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) bagi peserta Bukan Penerima Upah (BPU), sebagai langkah konkret menjaga daya beli
Keberuntungan luar biasa menghampiri Muhamad Rizal Ramdani, seorang petugas keamanan (sekuriti) asal Serang, Banten.
Presiden Prabowo Subianto mengingatkan situasi geopolitik dunia yang memanas, terutama konflik di kawasan Timur Tengah, berpotensi menimbulkan dampak bagi berbagai sektor di Indonesia.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews