Connect With Us

Hadapi New Normal, Ini Pesan Rano Karno

Rangga Agung Zuliansyah | Rabu, 8 Juli 2020 | 11:13

Rano Karno saat Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Muncul, Kota Tangerang Selatan, beberapa waktu lalu. (@TangerangNews / Rangga A Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com–Rano Karno mengingatkan, meski pandemi COVID-19 belum usai, namun ekonomi harus terus berjalan. Karena itu, masyarakat harus bersiap menghadapi new normal.

"Kehidupan normal baru pada masa pandemi yaitu mematuhi protokol kesehatan, seperti menjaga jarak, memakai masker, dan sering cuci tangan," ungkap Rano saat Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Muncul, Kota Tangerang Selatan, beberapa waktu lalu.

Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDIP ini mengungkapkan, sikap gotong royong dan kebersamaan juga diperlukan untuk saling membantu warga yang terdampak.

Sedangkan untuk menjaga persatuan selama pandemi sebagaimana sila ke tiga Pancasila, perlu adanya sikap empati antar sesama.

“Mohon maaf tadi pas datang tidak bersalaman. Kita jaga jarak dulu sementara ini. Semoga kita juga dapat membantu pemerintah mengatasi ini,” ungkap Mantan Gubernur Banten Ini.

Pada sektor perekonomian, pandemi berdampak pada jumlah pengangguran yang meningkat akibat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Roda perekonomian juga melambat karena pembatasan sosial.

"Banyak teman artis yang curhat. Mereka enggak shooting selama 3 bulan terakhir. Udah pada kangen juga, tapi mau gimana lagi,” ujar Rano. (RAZ/RAC)

BANTEN
PLN Perluas Ruang Belajar Anak Pulau Panjang lewat Bridge Banten

PLN Perluas Ruang Belajar Anak Pulau Panjang lewat Bridge Banten

Jumat, 16 Oktober 2026 | 20:44

Di tengah keterbatasan akses akibat kondisi geografis kepulauan, SD Negeri Pulo Panjang 2, Kabupaten Serang, mendapat tambahan fasilitas pendidikan melalui program Bridge Banten dari PT PLN (Persero) UID Banten.

OPINI
Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:02

Orang tua mana yang tidak hancur hatinya, ketika melihat anaknya tersakiti? Terlebih jika peristiwa menyakitkan itu terjadi di lingkungan sekolah, tempat yang semestinya menjadi ruang aman bagi anak untuk belajar, bertumbuh

NASIONAL
Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill