Connect With Us

Dipukuli Suami, Istri di Pamulang Tewas Penuh Luka Lebam 

Rachman Deniansyah | Minggu, 26 Juli 2020 | 17:54

Korban saat ditemukan tewas usai dianiaya suaminya di Jalan Kubis 1, Pamulang, Tangerang Selatan, Minggu (27/7/2020). (@TangerangNews / Rachman Deniansyah)

TANGERANGNEWS.com-Seorang istri, Thayyibah, 28, tewas ditangan suaminya, Ansari, 40, setelah dipukuli. Bahkan jasad korban yang merupakan warga Jalan Kubis 1, Pondok Cabe Ilir, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, itu penuh luka lebam.

Peristiwa ini terungkap ketika tetangga korban hendak belanja di warung kelontong milik korban, pada Minggu (26/7/2020). Saat itu, korban ditemukan sudah dalam kondisi tak bernyawa. Hal itu pun membuat warga sekitar heboh.

"Kemudian semua warga datang, ternyata lihat ada lukanya (lebam) dan langsung telepon (lapor) polisi," ucap Kapolsek Pamulang Kompol Supiyanto.

Atas laporan tersebut, Supiyanto beserta jajarannnya pun meluncur ke lokasi kejadian. Saat itu, polisi pun langsung mengamankan pelaku. 

Korban saat ditemukan tewas usai dianiaya suaminya di Jalan Kubis 1, Pamulang, Tangerang Selatan, Minggu (27/7/2020).

"Di tubuh korban ditemukan luka memar pada muka, paha kanan, perut, tangan kanan dan kiri. Jadi banyak luka memar. Tapi tidak ada luka tusukan," katanya.

Sementara pelaku mengaku melakukan pemukulan dengan tangan kosong. Atas hal itu, polisi langaung membawanya ke Mapolsek Serpong untuk diperiksa lebih lanjuit. Sedangkan, jenazah korban dilarikan ke Rumah Sakit Polri Kramatjati untuk menjalani otopsi. 

Atas perbuatannya itu, Ansari diancam dengan hukuman maksimal selama 15 tahun penjara atas kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

"Atas tindak pidana KDRT yang mengakibatkan matinya seseorang sebagaimana UU No 23/2004 Pasal 44 Ayat 3," pungkasnya. (RAZ/RAC)

  
View this post on Instagram
 

Dipukuli Suami, Wanita di Pamulang Tewas dengan Penuh Luka Lebam Kasus kekerasan dalam rumah tangga hingga menghilangkan nyawa seseorang kembali terjadi di Jalan Kubis 1, Pondok Cabe Ilir, Pamulang, Tangerang Selatan, Minggu (27/7/2020). Sang istri, Thayyibah,28 ditemukan tewas dengan penuh luka lebam usai dipukuli suaminya, Ansari, 40. Korban ditemukan di warung kelontong, tempat pasangan suami istri itu tinggal bersama. Peristiwa mengenaskan ini pun dibenarkan Kapolsek Pamulang Kompol Supiyanto. Insiden itu terungkap bermula saat terdapat tetangga yang hendak membeli di warungnya tersebut. Saat itu, ditemukan korban sudah dalam kondisi tak bernyawa. Hal itu pun membuat warga sekitar heboh. "Kemudian datang semua warga, ternyata lihat ada lukanya (lebam) dan langsung telepon (lapor) polisi," ucap Supiyanto di Mapolsek Pamulang, Minggu (26/7/2020). Atas laporan tersebut, Supiyanto beserta jajarannnya pun meluncur ke lokasi kejadian. Saat itu polisi langsung berhasil mengamankan pelaku. "Di tubuh korban ditemukan luka memar pada muka, paha kanan, perut, tangan kanan dan kiri. Jadi banyak luka memar. Tapi tidak ada luka tusukan," katanya. "Sementara pelaku (suaminya) berinisial A telah diamankan dan mengaku melakukan pemukulan dengan tangan kosong dan masih kita dalami," sambungnya. Atas hal itu, polisi langaung menyeret pelaku ke Mapolsek .Sedangkan, sang istri dilarikan ke Rumah Sakit Polri Kramatjati untuk menjalani otopsi. Atas perbuatannya teganya itu, Ansari diancam dengan hukuman maksimal selama 15 tahun penjara atas kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). "Dengan tindak pidana KDRT yang mengakibatkan matinya seseorang sebagaimana UU No. 23 Tahun 2004 Pasal 44 Ayat 3," pungkasnya.

A post shared by TangerangNews (@tangerangnewscom) on

TANGSEL
Kasus Bullying Pelajar di Tangsel Makin Parah, Komisi III DPR RI Desak Pembentukan UU Anti-Perundungan

Kasus Bullying Pelajar di Tangsel Makin Parah, Komisi III DPR RI Desak Pembentukan UU Anti-Perundungan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:16

Berulangnya insiden perundungan yang menimpa pelajar di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), memicu keprihatinan serius dari jajaran DPR RI.

BISNIS
Nasabah Wajib Tahu! Ini Aturan dan Etika Debt Collector Tarik Kendaraan

Nasabah Wajib Tahu! Ini Aturan dan Etika Debt Collector Tarik Kendaraan

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:01

Aktivitas penagihan utang dalam industri pembiayaan seringkali memicu persoalan di tengah masyarakat. Tak jarang terjadi gesekan ketika ada penarikan paksa kendaraan oleh debt collector (professional collector).

KOTA TANGERANG
Kejari Tangerang Tuntut Mati Dua Terdakwa Kasus Sabu 26 Kilogram

Kejari Tangerang Tuntut Mati Dua Terdakwa Kasus Sabu 26 Kilogram

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:45

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang menuntut pidana mati terhadap dua terdakwa kasus narkotika, Dian Laratana Harahap bin Ahmad Tohir Harahap dan M. Salim bin H. Saumin (Alm.).

OPINI
Korupsi dan Politik Pilih-Pilih Standar Global

Korupsi dan Politik Pilih-Pilih Standar Global

Jumat, 23 Oktober 2026 | 19:42

Wacana redefinisi korupsi yang dilemparkan oleh Dewan Ekonomi Nasional (DEN) memicu kegaduhan baru di ruang publik. Pemerintah mengusulkan agar penegakan hukum tindak pidana korupsi bergeser mengikuti standar global

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill