Meritokrasi Tanpa Jiwa
Senin, 17 Agustus 2026 | 19:33
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TANGERANGNEWS.com-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) mengklaim tidak ada titik banjir di wilayah Kota Tangerang Selatan, meski diguyur hujan semalaman.
Hal itu dikatakan Kepala Seksi Tanggap Darurat BPBD Tangsel Ade Wahyudi saat dihubungi, Selasa (22/9/2020).
"Kalau titik banjir tidak ada. Sampai pagi ini informasi aman," ucap Ade kepada Tangerangnews.
Kendati demikian, hingga kini pihaknya masih bersiaga di masing-masing titik yang diwaspadai. Pihaknya memiliki tim satgas (Satuan Tugas) yang selalu stand by.
“Kita punya satgas terutama dari anggota di titik titik rawan bencana. Mereka sudah sejak malam," katanya.
Meski tak menimbulkan banjir, hujan yang mengguyur sejak sore hingga malam hari itu sempat menyebabkan sejumlah wilayah tergenang.
"Kita lihat memang sempat tergenang. Saya enggak begitu hafal titik-titiknya. Jadi memang hanya bersifat genangan setelah hujan surut lagi," tuturnya.
Ade menyebut, setidaknya terdapat lebih dari lima titik yang tergenang akibat hujan semalam.
"Kalau lima sih bisa lebih. Tapi memang sifatnya hanya genangan. Itu semua kita pantau. Jadi kita itu kalau memantau, misalnya hujan sudah berapa lama, deras atau tidak, kalau sudah satu jam kita sudah siap stand by kita pantau. Dimana genangan yang singkat atau berpotensi banjir," pungkasnya.(RAZ/HRU)
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TODAY TAGPerayaan Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia di Kecamatan Curug tahun ini tidak hanya diwarnai kegiatan seremonial. Tetapi juga menjadi sarana pembinaan atlet muda melalui gelaran Paramount Petals Cup 2026.
Festival Maulid Nusantara 7 siap kembali digelar di Kota Tangerang dengan konsep yang lebih semarak.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews