Tampak puing-puing isi kamar hangus gosong terbakar di lokasi tempat kejadian perkara terbakarnya Samsudin, 46, pengendara ojek online (ojol) di kediamannya di Jalan Sukamulya, Serua Indah, Ciputat, Tangerang Selatan. (TangerangNews / Rachman Deniansyah)
TANGERANGNEWS.com-Samsudin, 46, pengendara ojek online (ojol) yang diduga dibakar istrinya sendiri di Jalan Sukamulya, Serua Indah, Ciputat, Tangerang Selatan, Kamis (4/2/2021), sempat terdengar merintih kesakitan.
Rintihan korban tersebut, pertama kali didengar oleh Sidiq, 25, keponakan korban yang tinggal bersama di satu atap.
Kepada TangerangNews.com, Sidiq mengatakan bahwa permintaan tolong sang paman itu diucapkan dengan nada lirih.
"Tolong, air.. air...," ucap Sidiq menirukan ucapan sang paman yang terjebak di dalam kobaran api tersebut.
Mendengar lirihan sang paman itu, Sidiq pun sontak terbangun dari tidurnya.
Ia mencari keberadaan sang paman, yang tak terlihat akibat kepulan asap hitam yang sudah memenuhi ruangan.
"Saya langsung lari. Tapi justru om (korban) itu saya enggak lihat. Tapi tahu suaranya minta tolong minta air," kata Sidiq sedih.
Sementara itu saksi mata kejadian, Aslimun, 52, juga sempat mendengar kesaksian korban saat berhasil keluar rumah.
Saat itu, kata Aslimun, kondisi korban sudah sangat mengenaskan, dengan luka bakar di sekujur tubuh.
"Saya yang dibakar dan kebakar...," ucap Aslimun menirukan ucapan korban.
Saat di rumah sakit untuk menjalani perawatan intensif, korban juga sempat mengungkapkan dalang dari kejadian tersebut.
"Saat di rumah sakit (korban) sempat ngomong sama yang nganterin, bahwa istrinya yang bakar," ujar Aslimun.
Setelah itu, tak ada lagi keterangan yang dapat diberikan korban lebih lanjut.
Pasalnya, korban yang mengalami luka di sekujur tubuh itu kini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Fatmawati, Jakarta Selatan.
Portugal memastikan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 usai mengalahkan Kroasia dengan skor 2-1 pada laga babak 32 besar di Toronto Stadium, Kamis, 3 Juli 2026 WIB.
Pengembangan kawasan hunian Paramount Petals memasuki babak baru. Setelah hampir dua tahun dipasarkan, pengembang mulai menyerahkan kunci rumah kepada para pembeli di Klaster Lily.
Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang akan melimpahkan kewenangan pengelolaan jalan lingkungan dan drainase ke pihak kecamatan, untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur.
""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""