Cek Loker hingga Harga Bahan Pokok Kini Bisa Lewat Aplikasi Tangsel One
Senin, 5 Oktober 2026 | 18:54
Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) terus melengkapi aplikasi Tangsel One dengan berbagai layanan.
TANGERANGNEWS.com-Jasad pria ditemukan tewas mengenaskan tergantung di kabel setrika di rumahnya, Gang Mede II blok B RT 01 RW 04, Pamulang Barat, Pamulang, Tangerang Selatan, Selasa (16/2/2021).
Jasad pria berinisial RS, 31 itu, pertama kali ditemukan sekitar pukul 17.30 WIB oleh sang adik, sepulang bermain di depan gang.
"Awalnya sekitar pukul 14.00 WIB, adik korban disuruh beli rokok, kemudian dikasih. Lalu adiknya itu main dan baru pulang sekitar pukul 16.30 WIB. Dia sudah melihat korban sudah tergantung," ujar Kapolsek Pamulang Kompol Prasetyo Noegroho saat dikonfirmasi.
Saat ditemukan korban sudah dalam kondisi tak bernyawa, tergantung pada seutas kabel setrikaan.
"Korban meningal diduga kareng Gantung diri. Tergantung di tembok menggunakan kabel setrika yang disangkutkan ke atap rumah," tuturnya.
Saat dilakukan olah tempat kejadian perkara, petugas juga mendapati luka jeratan pada leher korban.
"Kemudian adanya sperma di kelamin korban, menandakan korban meninggal karena gantung diri. Korban diduga meninggal dunia dalam jangka waktu tidak lama sebelum ditemukan dengan penyebab akibat gantung diri," jelasnya.
Prasetyo memastikan bahwa tak ada tanda kekerasan dari tubuh korban.
"Diduga korban Meninggal karena kehabisan oksigen. Selanjutnya Korban akan dimakamkan oleh pihak keluarga di Pamulang," pungkasnya.
Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) terus melengkapi aplikasi Tangsel One dengan berbagai layanan.
TODAY TAGMemasuki usianya yang ke-39 di industri properti Tanah Air, LippoLand terus memperluas perannya dari pengembang kawasan menjadi property enabler.
Rencana pemerintah menggratiskan biaya pendidikan negeri dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi masih dalam tahap penyusunan.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews