Warga saat berusaha menyelamatkan dua bocah yang tenggelam di Tandon Jurang Mangu Barat RT 07 RW 11, Jurang Mangu Barat, Pondok Aren, Tangerang Selatan. (TangerangNews / Rachman Deniansyah)
TANGERANGNEWS.com-Polisi ungkap dugaan penyebab tenggelamnya dua bocah laki-laki di Tandon Jurang Mangu Barat, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Kamis (18/2/2021).
Kanit Reskrim Polsek Pondok Aren AKP Sumiran mengungkapkan, insiden maut tersebut diduga terjadi akibat kedua korban terpeleset saat bermain di tepi tandon.
"Ya dia (korban) lagi main terus kecebur di tandon dan enggak bisa berenang," ungkap Sumiran saat dihubungi TangerangNews.com.
Akibatnya, salah satu korban bernama Abdillah Alfarizqy yang masih berusia tiga tahun itu meninggal dunia.
"Itu kan (korban) masih tiga tahun. Jadi belum bisa renang. Dugaannya terpeleset saat bermain," imbuhnya.
Insiden maut itu terjadi saat kondisi tandon yang berada di tengah pemukiman warga tersebut, sedang sepi pengunjung.
Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang secara resmi memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) setelah sebelumnya sempat memutuskan pembelajaran tatap muka.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) secara resmi mengeluarkan imbauan pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau belajar dari rumah bagi seluruh satuan pendidikan.
""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""