Libur Nataru 2026, Pengunjung Water World Cikupa Membludak Dua Kali Lipat
Minggu, 4 Januari 2026 | 20:15
Jika menikmati momen libur tahun baru 2026 di Tangerang, tak lengkap rasanya jika tidak berkunjung ke kolam renang Water World.
TANGERANGNEWS.com-Hampir dua bulan warung sembako Sukardi di Jalan Gang Masjid, Kampung Pondok Sentul, RT6/10, Ciater, Serpong, Kota Tangerang Selatan tutup.
Diduga setelah mendapat bocoran akan digerebek oleh pihak-pihak yang berwenang dikarenakan menjual obat-obatan jenis tipe G secara ilegal tanpa resep. Bahkan banyak terdengar menyimpan berbagai macam obat keras.
Ternyata warung tersebut sudah beberapa minggu mengelabuhi para pihak-pihak terkait dengan tetap berjualan. Hanya menggeser titik lokasi warung yang tidak jauh jaraknya, kurang lebih 300 meter.
Lokasinya persis di samping kanan Perumahan Serpong Green Park Ciater, warung kelontong bermodelkan gubuk-gubuk di sebelah kiri pedagang ubi Cilembu, jarak yang tidak jauh dari rumah Ibadah.
“Sudah banyak masyarakat yang menjadi korban, tetapi hal ini tetap saja diabaikan dan sudah ada pemberitaan di media online tentang penjualan obat-obatan berbagai macam jenis yang terlarang sepertinya pasutri ini merasa kebal hukum,” ujar salah satu warga yag enggan disebutkan namanya kepada TangerangNews, Jumat (5/2/2021).
Dia berharap berharap kepada masyarakat agar pelaku semacam ini mendapatkan efek jera atas perbuatannya yang sudah bertahun-tahun tetap dibiarkan.
“Kedepannya untuk di wilayah Tangerang Selatan ini diharapkan tidak semakin merusak anak-anak muda bahkan usia di bawah umur mengkonsumsi jenis obat-obatan yang dijual tanpa resep dan ilegal, bahkan obat keras yang sangat berbahaya,” jelasnya.
Besar harapan masyarakat untuk bisa saling bersinergi, antara pihak-pihak terkait atas maraknya peredaran semacam ini, berani bertindak dan memberantasnya. (RAZ/RAC)
Jika menikmati momen libur tahun baru 2026 di Tangerang, tak lengkap rasanya jika tidak berkunjung ke kolam renang Water World.
TODAY TAGNamun, pertanyaan mendasarnya adalah: apakah memusnahkan ribuan botol miras cukup untuk menyelesaikan persoalan? Ataukah langkah ini justru berisiko menjadi rutinitas seremonial tahunan tanpa menyentuh akar masalah?
Sejumlah warga melayangkan keluhan di media sosial menyusul gangguan distribusi air bersih yang terjadi di tengah proses peralihan pengelolaan pelanggan dari Perumdam Tirta Kerta Raharja (TKR) Kabupaten Tangerang ke Perumda Tirta Benteng (TB)
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)sedang memfinalisasi aturan baru mengenai tata kelola distribusi LPG 3 kilogram.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews