Connect With Us

Diduga Dihipnotis, Motor Tukang Es Buah di Serpong Park Tangsel Digondol 

Tim TangerangNews.com | Sabtu, 29 Mei 2021 | 12:43

Ilustrasi Hipnotis (Istimewa / TangerangNews)

 

TANGERANGNEWS.com-Astura seorang wanita muda penjual es buah di depan kompleks perumahan Serpong Park, Lengkong Wetan, Serpong, Kota Tangerang Selatan diduga menjadi korban hipnotis. Motornya raib digondol seorang pria paruh baya, hanya dengan menyampaikan hal yang sederhana. 

 

“Jadi teman saya ini sedang jualan es buah, terus ada bapak-bapak mendekati dia. Pelaku itu bilang kalau motor teman saya ini enggak bisa di stater. Lalu si bapak pelaku ini minta kunci motor. Anehnya,  teman saya memberikan begitu saja, kemudian baru tersadar beberapa menit kemudian, bahwa motornya dicuri pelaku,” kata Andrie Fitri, rekan Astura kepada TangerangNews.com, hari ini. 

 

Atas peristiwa yang terjadi pada Jumat 28 Mei 2021 tersebut, Astura akhirnya melaporkan ke Polsek Serpong kemarin sore.  Baca Juga : Ini Kronologis Kata Korban Hipnotis di Karawaci Tangerang

Dia berharap motor Honda Beat  dengan nomor polisi B 4505 NLJ dapat kembali menjadi miliknya.  “Sudah dilaporkan ke Polsek Serpong,” katanya. 

 

 

 

 

MANCANEGARA
Dampak Perang Timur Tengah, Prabowo Sebut Indonesia Harus Siap-siap

Dampak Perang Timur Tengah, Prabowo Sebut Indonesia Harus Siap-siap

Selasa, 10 Maret 2026 | 09:21

Presiden Prabowo Subianto mengingatkan situasi geopolitik dunia yang memanas, terutama konflik di kawasan Timur Tengah, berpotensi menimbulkan dampak bagi berbagai sektor di Indonesia.

KAB. TANGERANG
Arus Balik, Tol Tangerang-Merak Berlakukan Diskon Tarif Tol 30% pada 26-27 Maret

Arus Balik, Tol Tangerang-Merak Berlakukan Diskon Tarif Tol 30% pada 26-27 Maret

Selasa, 24 Maret 2026 | 20:44

PT Astra Infra Tol Road Tangerang-Merak memberlakukan diskon tarif tol sebesar 30 persen untuk kendaraan yang melintas di jalur tersebut selama arus balik lebaran 2026.

OPINI
Idul Fitri dan Matinya Hak Berijtihad di Bawah Stempel Negara

Idul Fitri dan Matinya Hak Berijtihad di Bawah Stempel Negara

Selasa, 24 Maret 2026 | 18:37

Ramadan 1447 Hijriah (2026) baru saja membasuh spiritualitas kita, namun ia menyisakan residu kegelisahan yang melampaui urusan ibadah. Di tengah gema takbir yang bersahutan, publik disuguhi tontonan otoritas keagamaan yang tak lagi sekadar memandu

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill