Connect With Us

Pasien COVID-19 di RLC Tangsel Terus Meroket Hingga 300 Persen, Ini Sebabnya

Rachman Deniansyah | Selasa, 8 Juni 2021 | 21:45

Rumah lawan COVID-19 di Tangsel. (TangerangNews / Rachman Deniansyah)

TANGERANGNEWS.com-Jumlah pasien terkonfirmasi positif di Rumah Lawan COVID-19 Kota Tangerang Selatan terus mengalami pelonjakan. Hal itu pun sejalan dengan kategori wilayah, yang kini kembali berwarna oranye dengan tingkat resiko penularan yang cukup tinggi. 

Bahkan saat ini jumlah pasien yang dirawat di lokasi isolasi terpusat itu, terhitung sudah melonjak sebanyak 300 persen. 

"Hari ini, tanggal 8 Juni 2021 ada sebanyak 124 pasien yang dirawat. Artinya ada 300 persen kenaikan jumlah pasien," ujar Koordinator Rumah Lawan COVID-19 Kota Tangsel Suhara Manullang saat ditemui, Selasa, 8 Juni 2021. 

Dari ratusan tersebut, Suhara mengatakan, pasien yang dirawat kebanyakan berasal dari klaster asisten rumah tangga (ART) dan keluarga. 

"Kemarin kenaikan ada 200 persen dengan jumlah 101 pasien. Hari ini saja ada penambahan sebanyak 23 pasien. Jadi jumlahnya menjadi 124 pasien, atau naik sebanyak 300 persen," papar Suhara. 

Kepada Tangerangnews.com, Suhara menerangkan pemicu terjadinya pelonjakan kasus COVID-19 tersebut. 

 

Ia mengatakan, ratusan persen kenaikan jumlah kasus tersebut merupakan imbas dari tidak patuhnya masyarakat, terutama saat masa libur dan mudik pascalebaran. 

"Ya kembali pada disiplin warga, saya kira itu aja. Dengan dasarnya 3 M dulu kan. Ya saya kira itu ya," kata Suhara. 

Ketiga prinsip dasar itu, kata Suhara, adalah kunci terpenting untuk menghindari diri dalam penularan COVID-19. 

Ditambah lagi, kata Suhara, kekebalan massal atau hard immunity atas adanya vaksinasi, kini belum terbentuk. 

"Ya, secara teori kan hard immunity itu minimal 70 persen dari jumlah penduduk. Kalau data (penduduk) di Tangsel ada 1,500 atau 1,300, berarti  ya antara 1 juta sampai 1.100 lah harus divaksin. Sampai itu punya imunitas yang spesifik khusus Sars-Cov-2 itu sendiri," terangnya. 

Dengan belum terbentuknya kekebalan massal itulah, masyarakat harus kembali ingat bahwa protokol kesehatan wajib untuk dilakukan. 

Dalam hal ini, Suhara menilai bahwa Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro dapat dijadikan cara bagi pemerintah dalam menekan kasus penularan COVID-19. 

"Jadi kembali ke lingkungan. Jadi kan kita fokusnya bisa lebih kecil. Kalau PSBB kan lebih luas secara Kota Tangerang Selatan. Tapi kalau PPKM kan dapat dilihat per RT. Warna dan sebagainya dilihat seperti apa," kata Suhara. 

Menurutnya dengan adanya pengawasan di tingkat terbawah itu, petugas dapat memutuskan dengan tepat langkah yang harus dilakukan.

"Ini yang perlu dikuatkan dengan pemahaman di RT tersebut. Peran semua baik RT-nya ataupun masyarakatnya. Sehingga langkah-langkah jika ada yang positif itu bagaimana, kan gitu. Kemudian bagaimana tetap mempromosikan disiplin tentang masalah 5 M," ujar Suhara. 

Seluruhnya, kata Suhara, dapat berhasil dengan catatan semuanya harus berjalan dengan baik. Artinya, seluruh elemen mulai dari RT hingga masyarakat, harus berperan aktif. 

"Kemudian saya kira juga ya kegaduhan secara stres itu kan bisa dapat dieliminir dengan skala kecil kan. Nah ini yang perlu lebih dikuatkan, tidak hanya menyuruh saja tapi bagaimana juga sistem yang menunjang, kemudian kecepatan menangani yang positif. Jadi sebagai corong, kemampuan untuk tracking, testing-nya kan jelas. Nah ini yang perlu saya kira untuk dikuatkan," tandasnya. (RED/RAC)

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

BISNIS
Atap Mal Ciputra Tangerang Dipasang 1.260 Panel Surya, Pangkas Kebutuhan Listrik Hingga 23 Persen

Atap Mal Ciputra Tangerang Dipasang 1.260 Panel Surya, Pangkas Kebutuhan Listrik Hingga 23 Persen

Jumat, 31 Juli 2026 | 16:34

Ciputra Group melakukan langkah besar dalam transisi energi hijau dengan mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di salah satu pusat perbelanjaan unggulannya, Mall Ciputra Tangerang.

BANTEN
PLN UID Banten Resmikan Posko Pelayanan Teknik 24 Jam di PIK 2, Percepat Penanganan Gangguan Listrik

PLN UID Banten Resmikan Posko Pelayanan Teknik 24 Jam di PIK 2, Percepat Penanganan Gangguan Listrik

Selasa, 4 Agustus 2026 | 07:22

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Banten melakukan upaya layanan kelistrikan di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 melalui peresmian Posko Pelayanan Teknik (Yantek) yang beroperasi selama 24 jam.

KOTA TANGERANG
HUT RI, Warga Kota Tangerang Dapat Diskon Pajak hingga 45 Persen

HUT RI, Warga Kota Tangerang Dapat Diskon Pajak hingga 45 Persen

Senin, 3 Agustus 2026 | 17:55

Masyarakat Kota Tangerang dapat memanfaatkan berbagai keringanan pajak daerah dengan potongan hingga 45 persen dalam Program Pesta Diskon Kemerdekaan yang berlangsung mulai 3 hingga 31 Agustus 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill