Fenomena Sarjana Pengangguran
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:50
Lagu lama berulang kembali, pengangguran dari gelar sarjana semakin banyak. Realitasnya gelar sarjana ternyata bukan jaminan seseorang akan terhindar dari ancaman pengangguran.
TANGERANGNEWS.com-Guyuran hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur siang hari menumbangkan sebatang pohon di Jalan Raya Viktor, Serpong, Tangerang Selatan, Rabu, 16 Juni 2021.
Namun nahasnya, batang pohon yang memiliki diameter sekitar 20 sentimeter menimpa salah satu bangunan warung makan tegal (warteg) di sekitarnya.
"Pohon tumbang. Kejadian sekitar setengah 2 (13.30 WIB). Itu waktu hujan angin pokoknya. Hujan deras sekali, angin kencang berhembus," ujar pemilik warteg, Fitria, 31.
Kejadian itu berlangsung tanpa diduga. Ia tersadar ketika terdapat suara berasal dari bagian atap wartegnya.
"Bunyi braaak langsung saja gitu. Lampu langsung pecah semua. Genting langsung ambruk," katanya.
Akibat hantaman batang pohon tersebut, sebagian bangunan warung makannya itu mengalami kerusakan.
"Itu dapur sama kamar mandi. Saat kejadian lagi pada duduk bertiga, saya sama anak langsung lari keluar semua," tuturnya.
Namun beruntung, pohon yang menimpa warung makannya itu tidak merusak etalase tempat ia menyajikan makanan.
"Alhamdulillah kalau etalase, makanan masih pada banyak enggak kena. Soalnya kan di tengah," pungkasnya. (RED/RAC)
TODAY TAGLagu lama berulang kembali, pengangguran dari gelar sarjana semakin banyak. Realitasnya gelar sarjana ternyata bukan jaminan seseorang akan terhindar dari ancaman pengangguran.
Masyarakat kerap menganggap penurunan stamina, mudah lelah, perubahan fungsi seksual, hingga kadar gula darah meningkat sebagai bagian dari proses penuaan atau konsekuensi gaya hidup.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews