Connect With Us

PMI Kota Tangerang Selatan Pusing, Permintaan Plasma Konvalesen Meningkat

Rachman Deniansyah | Kamis, 8 Juli 2021 | 20:35

| Dibaca : 193

Tampak dari depan satu unit gedung Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangerang Selatan. (@TangerangNews / Rachman Deniansyah)

TANGERANGNEWS.com-Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangerang Selatan menerima lonjakan permintaan plasma konvalesen bagi pasien penderita COVID-19 dari sejumlah wilayah. 

Permintaan atas plasma yang dapat digunakan sebagai terapi penyembuhan pasien COVID-19 tersebut, melonjak begitu tajam seiring dengan jumlah kasus yang terus bertambah. 

Namun, pesanan atas plasma konvalesen itu tak sebanding dengan ketersediaannya. 

"Antara supply dan demandnya enggak match (sebanding)," jelas Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Tangsel Suhara Manullang kepada TangerangNews, Kamis, 8 Juli 2021. 

Ketimpangan itu, kata Suhara, salah satunya dipengaruhi oleh perkembangan kasus COVID-19 dari tiga bulan sebelumnya. 

"Seperti ini, pasien sekarang ini membutuhkan plasma dari pasien yang terjangkit dari tiga bulan lalu . Sementara April Mei itu kasus turun, berarti pasiennya sedikit. Tapi sekarang naik 700 persen," terang Suhara. 

"Jadi, mengakibatkan ketimpangan semakin tinggi, karena kebutuhan dan pasokan tidak sebanding," sambungnya. 

Untuk saat ini saja, Suhara memaparkan, tercatat sedikitnya terdapat sebanyak 150 pasien penderita COVID-19 yang telah mengantre untuk mendapatkan plasma konvalesen dari PMI Tangsel. 

"Mereka masuk daftar waiting list. Sedangkan satu pasien biasanya membutuhkan dua kantong. Jadi sudah ada permintaan sekitar 300 kantong. Itu dari berbagai golongan darah," tuturnya. 

Atas kondisi demikian, PMI Tangsel yang masuk ke dalam daftar 33 daerah se-Indonesia yang diizinkan memproduksi plasma konvalesen, kini tengah berusaha mengejar pemenuhan permintaan plasma konvalesen tersebut. 

"Ada tiga sumber, yakni penyintas dari RLC, alumni, dan Dinas Kesehatan dari data pasien pasien yang pulang dari rumah sakit," katanya. 

Namun itu pun, kata Suhara, semuanya itu tak dijamin dapat langsung mendonorkan plasma kovalesen. Pasalnya, banyak juga penyintas yang gagal dalam proses skrining. 

Hal itu disebabkan, oleh jumlah imun atau antibodi yang terbentuk dalam setiap penyintas. 

"Kalau saya perhatikan itu 5:1. Dari Lima yang diskrining, hanya satu yang lolos," katanya. 

Dalam sehari, PMI Tangsel dapat menerima maksimal 10 orang pendonor.

KOTA TANGERANG
Lumpia Basah Khas Kota Tangerang, Jajanan Kaki Lima yang Bikin Ngiler

Lumpia Basah Khas Kota Tangerang, Jajanan Kaki Lima yang Bikin Ngiler

Kamis, 16 September 2021 | 20:12

TANGERANGNEWS.com-Lumpia Basah Terletak di Jalan Poris Indah Jaya, Kecamatan Batu Ceper, Kota Tangerang tepatnya di depan Gang Blok Ambon, pedagang lumpia basah sudah kembali didatangi oleh pembeli

TANGSEL
Truk Tersangkut Kabel, Tiang Listrik di Serpong Nyaris Roboh

Truk Tersangkut Kabel, Tiang Listrik di Serpong Nyaris Roboh

Kamis, 16 September 2021 | 19:30

TANGERANGNEWS.com-Untaian kabel yang bergelantung rendah tepat di perempatan wilayah Rawa Mekar Jaya, Serpong, Tangerang Selatan membahayakan masyarakat

KAB. TANGERANG
Wapres Tinjau PTM Terbatas di SMAN 19 Kabupaten Tangerang

Wapres Tinjau PTM Terbatas di SMAN 19 Kabupaten Tangerang

Kamis, 16 September 2021 | 15:27

TANGERANGNEWS.com-Pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di Kabupaten Tangerang ditinjau langsung Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Kamis 16 September 2021

TEKNO
Pertama di Indonesia, ITS Kembangkan Mobil Tanpa Sopir

Pertama di Indonesia, ITS Kembangkan Mobil Tanpa Sopir

Kamis, 16 September 2021 | 21:08

TANGERANGNEWS.com-i-Car mobil tanpa awak dengan jaringan internet 5G pertama di Indonesia tengah dikembangkan oleh Institut Teknologi 10 November (ITS)

"Membuat Janji dan Menepatinya adalah cara terbaik membangun merek"

Seth Godin