Connect With Us

Pasar Modern BSD City, Kapolri Ingatkan Masyarakat Patuhi Prokes

Rachman Deniansyah | Kamis, 29 Juli 2021 | 12:33

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Listyo Sigit Prabowo berkunjung ke Pasar Modern BSD di Jalan Letnan Sutopo, Rawa Mekar Jaya, Serpong, Tangerang Selatan, Kamis, 29 Juli 2021. (@TangerangNews / Rachman Deniansyah)

TANGERANGNEWS.com-Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Listyo Sigit Prabowo berkunjung ke Pasar Modern BSD di Jalan Letnan Sutopo, Rawa Mekar Jaya, Serpong, Tangerang Selatan pada Kamis, 29 Juli 2021. 

Dalam kunjungannya itu, Listyo bersama tim memeriksa terkait kepatuhan masyarakat, baik pedagang ataupun para pengunjung di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 ini. 

Pasalnya pada perpanjangan kali terakhirnya, Pemerintah kini sudah memberi kelonggaran dengan membolehkannya pedagang non-esensial untuk kembali berjualan. 

"Oleh karena itu, kita tadi meninjau langsung untuk memastikan bahwa terkait dengan beraktivitasnya pasar, tentunya harapan kita pengaturan terkait dengan kepatuhan terhadap protokol kesehatan tentunya harus dilaksanakan," ujar Listyo dalam kunjungannya tersebut. 

"Karena ini memang menjadi salah satu yang paling penting adalah bagaimana pada saat beraktivitas, maka kepatuhan terhadap prokes khususnya masker itu betul-betul dipatuhi," sambungnya. 

Kelonggaran itu, kata Listyo, tentunya akan kembali menghidupkan geliat ekonomi di tengah masyarakat. 

Untuk itu, ia mewanti-wanti kepada pihak pengelola agar tetap mempertahankan pola dan aturan yang dapat menghindari kerumunan masyarakat.

Seperti salah satunya, yakni pola alur keluar masuk pengunjung. 

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Listyo Sigit Prabowo berkunjung ke Pasar Modern BSD di Jalan Letnan Sutopo, Rawa Mekar Jaya, Serpong, Tangerang Selatan, Kamis, 29 Juli 2021.

"Tentunya kita harapkan pengaturannya, agar kapasitas di dalam terjaga 50 persen, bergantian. Kami tanya tadi bahwa untuk para pedagang rata-rata berterima kasih, bersyukur bisa buka kembali," ucap Listyo. 

Menurutnya, seluruh fasilitas yang dapat mendorong kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan, seperti yang disediakan di Pasar Modern BSD, sangat diperlukan. 

"Saya cek tadi ada posko di dalamnya ada masker kemudian pada saat mau masuk ada disinfektan, kemudian floornya diatur tentunya ini semua dilakukan agar prokes tetap bisa dioptimalkan," katanya. 

Fasilitas tersebut, kata Listyo, semakin sempurna dengan adanya gerai vaksin yang ditemukannya terletak di tengah pusat perekonomian masyarakat tersebut. 

"Sehingga kemudian terhadap masyarakat yang akan melaksanakan aktivitas di pasar yang belum divaksin bisa melaksanakan vaksin.  Tentunya dengan demikian semua sektor tetap bisa terjaga," tuturnya. 

Listyo percaya, jika upaya terhadap penerapan kepatuhan terebut terus dioptimalkan, maka tak menutup kemungkinan pemerintah akan kembali memberikan pelonggaran. 

"Tentunya  ini adalah kesempatan kita bersama untuk bagaimana caranya kita semua di seluruh wilayah bisa menurunkan level. Dengan menurunkan level otomatis akan ada peningkatan kelonggaran," pungkasnya.

OPINI
Cara Islam Mengatasi Kenaikan Harga BBM

Cara Islam Mengatasi Kenaikan Harga BBM

Rabu, 17 Juni 2026 | 16:23

Demo yang digelar Mahasiswa beberapa waktu lalu, terkait protes kenaikan harga BBM menunjukan jika kenaikan harga BBM menjadi masalah besar di negeri ini, membuat kehidupan masyarakat bertambah sulit.

SPORT
Pemkab Tangerang Bakal Gelar Nobar Piala Dunia 2026 di 29 Kecamatan

Pemkab Tangerang Bakal Gelar Nobar Piala Dunia 2026 di 29 Kecamatan

Rabu, 17 Juni 2026 | 16:54

Pemerintah Kabupaten (Tangerang) berencana mengadakan nonton bareng (Nobar) FIFA World Cup 2026 di 29 Kecamatan yang berada di wilayah tersebut.

MANCANEGARA
Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Selasa, 23 Juni 2026 | 11:51

Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill