Darurat Kemarau Ekstrem, Ada 11 Titik Kebakaran di Kabupaten Tangerang dalam Sehari
Kamis, 23 Juli 2026 | 19:35
Dampak musim kemarau ekstrem mulai memicu rentetan bencana kebarakan di wilayah Kabupaten Tangerang.
TANGERANGNEWS.com-Sistem pembelajaran tatap muka di Kota Tangerang Selatan akhirnya dimulai. Antusias siswa pun terlihat begitu tinggi saat datang ke sekolahnya masing-masing sejak pagi, Senin 6 September 2021.
Seperti para siswa di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 4 Kota Tangerang Selatan. Sebelum bel masuk sekolah berbunyi, para siswa yang diantar oleh masing-masing walinya itu mulai berbondong-bondong datang.
Sejak awal kedatangannya itu, mereka pun harus menjalani protokol kesehatan dengan ketat. Sebelum masuk, mereka wajib mengecek suhu tubuhnya terlebih dahulu. Jika suhunya normal, maka baru dibolehkan untuk masuk dan ikut kegiatan belajar mengajar.
Kepala sekolah SMPN 4 Kota Tangsel Mardi Yuana Abdillah menuturkan untuk di kelas pun, para siswa sangat dibatasi. Jumlahnya, yakni hanya 50 persen dari kapasitas kelas.
Pihaknya memiliki sistem tersendiri untuk mengatur pola kehadiran siswanya secara bergantian, yaitu dengan sistem ganjil genap.
"Per kelasnya 50 persen pelajar, yang sekarang ini hari Senin nomor absen ganjil, yang genapnya belajar di rumah. Jadi kita pakai ganjil genap," ujar Mardi kepada awak media.
Nantinya, sistem tersebut akan dilakukan secara bergantian. Sebaliknya, jika genap yang masuk, maka siswa yang memiliki absen ganjil belajar di rumah. Sistem tersebut, berlaku bagi semua kelas mulai dari kelas VII hingga IX.
"Untuk kelas Kelas VII, VIII, IX semuanya masuk Cuma per kelasnya hanya 50 persen. Murid lainnya belajar dari rumah secara virtual. Kelas IX ada sebanyak 9 kelas, kelas VIII sebanyak 9 kelas, dan kelas VII sebanyak 10 kelas. Jadi total ada 28 kelas yang masuk," tandasnya. (RED/RAC)
Dampak musim kemarau ekstrem mulai memicu rentetan bencana kebarakan di wilayah Kabupaten Tangerang.
TODAY TAGKematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
Apakah diantara kalian sudah ada yang pernah dengar merk pasar Turbion? Merk ini merupakan suatu brand pasar yang bergerak dibidang industri dan menawarkan aneka pilihan bahan bakar minyak. Turbion menawarkan beberapa produk berkualitas
Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) semakin menarik perhatian investor dari dalam maupun luar negeri.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews