Connect With Us

Belum Terbiasa PTM, Sejumlah Siswa Terlambat Masuk Sekolah di Tangsel

Rachman Deniansyah | Selasa, 7 September 2021 | 11:54

Pelaksanaan pembelajaran tata muka (PTM) terbatas jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat di Kota Tangerang Selatan, Selasa 7 September 2021. (@TangerangNews / Rachman Deniansyah)

TANGERANGNEWS.com-Pelaksanaan pembelajaran tata muka (PTM) terbatas jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat di Kota Tangerang Selatan dimulai untuk kali pertama, Selasa, 7 September 2021.

Seperti salah satunya di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 6 Kota Tangsel yang terletak di Jalan Pamulang Permai, Kecamatan Pamulang.

Pada hari perdananya kali ini, antusias siswa terlihat begitu tinggi. Mereka sudah tiba memadati sekolah sejak pagi hari, karena waktu masuk dimulai sejak pukul 07.30 WIB. 

"Alhamdulillah antusiasnya cukup tinggi. Anak-anak dari kemarin sudah banyak yang menanyakan kapan mulai PTM. Selain ada surat bermaterai dari orang tua, untuk mempercepat kita juga ada google form dan memang sebagian besar setuju untuk PTM ini," ujar Staf Kurikulum SMAN 6 Tangsel, Nurlaela saat diwawancarai TangerangNews.com.

Namun di hari perdananya ini, ia masih menemukan sejumlah siswa yang terlambat datang ke sekolah.  Kendati demikian, Nurlaela tetap mengizinkan siswanya itu untuk masuk dan mengikuti pelajaran. 

"Tadi kami menemukan siswa yang terlambat masuk, tapi tetap kita izin kan. Mungkin dia belum terbiasa. Namun untuk lainnya, termasuk guru sudah hadir semua. Jadi walaupun tidak ada jam pelajaran, guru tetap harus masuk, sebelum 07.30 WIB harus tiba di sekolah," paparnya. 

Sementara untuk siswa lainnya, sudah mengikuti alur dengan baik. Mulai dengan mengukur suhu badannya lebih dahulu begitu tiba di sekolah. 

"Anak masuk lewat gerbang belakang dan harus tes suhu. Kalau di bawah 37 derajat anak baru boleh masuk ke kelas masing-masing. Kita sudah mewanti-wanti orang tua, jika ada anaknya yang hangat, tidak usah sekolah. Di rumah saja," jelas guru matematika itu. 

Usai melewati pengukuran suhu tubuh, setiap siswa wajib mencuci tangan. Mereka juga diharuskan untuk membawa cairan pembersih tangan (hand sanitizer) sendiri-sendiri.  Setiap kelas pun hanya diisi oleh 50 persen dari kapasitas. 

"Kita bagi di minggu pertama dan minggu ketiga, yang masuk adalah siswa di absen atas. Misal ada 40 siswa, jadi yang masuk saat ini absen 1 sampai 20. Untuk pekan kedua dan keempat itu absen bawah. Jadi absen 21 sampai 40," sambungnya. 

Setiap siswa, baik yang mengikuti pembelajaran daring ataupun tatap muka, mengikuti pelajaran selama empat jam perharinya, hingga pukul 12.00 WIB. 

"Antara offline dan online sama. Dari pukul 07.30 WIB, terbagi menjadi delapan jam pelajaran. Kemudian ada break (istirahat) setiap 10 menit dari dua jam mata pelajaran," tandasnya.

HIBURAN
Hotel Santika Premiere ICE-BSD City Hadirkan Gulai Salmon, Menu Gabungan Nusantara dan Western

Hotel Santika Premiere ICE-BSD City Hadirkan Gulai Salmon, Menu Gabungan Nusantara dan Western

Senin, 7 September 2026 | 17:08

Hotel Santika Premiere ICE-BSD City menghadirkan Gulai Salmon sebagai menu baru yang memadukan karakter masakan Nusantara dengan bahan yang identik dengan kuliner Barat.

BANDARA
Bandara Soetta Tutup Lagi Sampai 18.00 WIB, 624 Penerbangan Bakal Terdampak

Bandara Soetta Tutup Lagi Sampai 18.00 WIB, 624 Penerbangan Bakal Terdampak

Senin, 7 September 2026 | 13:26

Operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Kota Tangerang dipastikan masih ditutup sementara hingga pukul 18.00 WIB, Senin 7 September 2026.

NASIONAL
Srikandi PLN Jangkau 1.422 Pelajar dan Mahasiswa Lewat Program Edukasi Energi

Srikandi PLN Jangkau 1.422 Pelajar dan Mahasiswa Lewat Program Edukasi Energi

Selasa, 8 September 2026 | 08:20

Sebanyak 1.422 siswa dan mahasiswa telah mengikuti program Srikandi Goes to School & Campus yang dijalankan PT PLN (Persero) melalui Srikandi PLN hingga semester I 2026.

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill