Connect With Us

Viral Video Warga Serua Tangsel Mengaku Rumahnya Ditembok Pengembang, Ini Faktanya

Rachman Deniansyah | Rabu, 8 September 2021 | 14:01

| Dibaca : 1778

Satu bangunan tembok memisahkan antara Kampung Bulak dan kawasan perumahan Bukit Nusa Indah. (TangerangNews / Rachman Deniansyah)

TANGERANGNEWS.com-Viral sebuah video berisi protes seorang warga yangmengaku akses jalan rumahnya ditembok oleh pihak pengembang salah satu Kawasan Perumahan di wilayah Serua, Ciputat, Tangerang Selatan. 

Video tersebut pun viral di media sosial usai warga tersebut mengunggahnya ke akun Instagram. Dalam video itu, pemilik rumah menampilkan tembok dengan tinggi mencapai dua meter dan panjang mencapai lebih dari 10 meter. 

Tembok tersebut memisahkan antara Kampung Bulak dan kawasan perumahan Bukit Nusa Indah. Saat TangerangNews.com menelusuri ke lokasi, terlihat sejumlah rumah yang berada di balik tembok itu. 

Tembok yang dibangun berjarak sekitar satu meter lebih dari perkampungan, sehingga warga masih dapat melintasi jalan tersebut untuk keluar dan masuk rumahnya masing-masing.

Saat ditemui di sekitar lokasi, Ketua RT6/9 Kelurahan Serua, Ciputat, Sumardi menuturkan, dirinya dan warga sekitar terkejut video pembangunan tembok tersebut viral. 

	Satu bangunan tembok memisahkan antara Kampung Bulak dan kawasan perumahan Bukit Nusa Indah.

"Tapi itu kan sudah dikasih jalan ya. Mungkin satu meter lebih untuk akses di rumah dia. Itu pun enggak ditembok persis di rumahnya. Masih ada jarak untuk jalan," ujar Sumardi, Rabu, 8 September 2021. 

Pembangunan tembok yang disebut sudah menghalangi akses jalan itu, setidaknya telah dikakukan sejak tiga hari lalu.

Meski demikian, Sumardi tak menanggapinya lebih lanjut. Begitu pun warga yang lainnya. Pasalnya, ia menilai bahwa protes yang dilakukan oleh warga itu hanya untuk kepentingan pribadi.

"Yang bersangkutan punya mobil, mungkin akses dia karena punya mobil pengennya dibuka biar mobil masuk. Karena itu jalan pribadi, ya jadi (saya) enggak protes, kecuali kalau akses jalan ramai-ramai (umum) yang ditembok. Baru kita protes," terangnya.

Ditambah lagi, tembok itu dibangun di atas tanah milik pengembang. Serta tidak memakan sedikitpun tanah perkampungan. "Itu memang tanah milik pengembang. Akses komplek lah seperti itu. Tanah pengembang sendiri," tandasnya.

TANGSEL
DPRD Kota Tangsel Dihuni Anggota Baru, Julham Firdaus Naik Gantikan Nurhayati Yusup

DPRD Kota Tangsel Dihuni Anggota Baru, Julham Firdaus Naik Gantikan Nurhayati Yusup

Senin, 27 September 2021 | 21:17

TANGERANGNEWS.com-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang Selatan resmi melakukan pergantian antarwaktu (PAW) terhadap anggotanya yang berasal dari Fraksi Partai Demokrat

BANTEN
Makam Sultan Hasanuddin di Banten Lama Mulai Dipadati Peziarah

Makam Sultan Hasanuddin di Banten Lama Mulai Dipadati Peziarah

Sabtu, 25 September 2021 | 11:22

TANGERANGNEWS.com- Aktivitas wisata religi di kawasan Banten Lama kembali berjalan sejak sebulan lalu dengan pengawasan ketat dari aparat kepolisian dan organisasi kemasyarakatan

BISNIS
Dari Cireng Moncrot ke Cilok Rawon, Mang Didit Perluas Pasar di Tangerang

Dari Cireng Moncrot ke Cilok Rawon, Mang Didit Perluas Pasar di Tangerang

Sabtu, 25 September 2021 | 19:10

TANGERANGNEWS.com-Hadirnya pandemi Covid-19 ternyata menginspirasi Didit Rahadiyansyah untuk memperluas usahanya dengan membuka Cilok Rawon Mang Didi yang ekonomis namun tetap lezat dengan bahan baku yang berkualitas

"Membuat Janji dan Menepatinya adalah cara terbaik membangun merek"

Seth Godin