Connect With Us

Cerita Sohati Selamat dari Kebakaran di Pamulang saat Salat Zuhur

Rachman Deniansyah | Kamis, 16 September 2021 | 16:41

Tangkapan layar Sohati warga Bambu Apus, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Kamis, 16 September 2021. (@TangerangNews / Rachman Deniansyah)

TANGERANGNEWS.com-Tak ada satupun makhluk yang dapat menerka datangnya musibah. Seperti halnya yang dialami oleh Sohati, wanita paruh baya yang kini harus kehilangan tempat tinggalnya akibat kebakaran di Bambu Apus, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Kamis, 16 September 2021. 

Siapa sangka, musibah itu justru tiba kala Sohati baru saja mengangkat tubuh dari sujudnya, pada rakaat kedua di tengah menunaikan salat Zuhur.

Ketika baru saja terbangun dan menyebut nama Sang Pencipta, tiba-tiba terdengar suara ledakan yang sontak mengagetkannya.

Suara ledakan yang terdengar olehnya itu seolah menjadi tanda. Sehingga ia tepaksa harus menghentikan ibadahnya tersebut. 

Dalam benaknya, ia bergumam, tak ada satupun orang yang dapat menyelematkan tubuh rentanya, kecuali dirinya sendiri. 

Pasalnya Sohati hanya hidup seorang diri. Anaknya kini telah berkeluarga dan tinggal bersama keluarga kecilnya. 

"Saya lagi salat baru dua rakaat, tepat sekali saat tahiyat awal. Saya terus membuka mukena buru-buru, soalnya mendengar suara ledakan dari belakang," ujar Sohati yang masih menampakkan raut wajah ketakutannya di hadapan awak media. 

Dengan tubuh yang gemetar, ia memaksa dirinya untuk bergegas keluar rumah. Nyatanya benar saja, saat gagang pintu kamar ia buka, tampak kobaran api telah merambat begitu besar.

Ia pun berlari, tanpa menyelamatkan satu pun barang berharga miliknya. Kecuali, hanya pakaian berwarna ungu dan kerudung hitam yang terpasang menutupi auratnya saja. 

Rasa trauma atas kejadian yang telah meratakan rumahnya itu, tak dapat disembunyikan. Bibir dan kedua tangannya pun masih bergetar, kala ia menceritakan musibah tersebut. 

"Saya buka pintu, terus langsung keluar. Enggak tau saya mau ke mana, minta bantuan kemana, saya tinggal hanya sendiri. Pokoknya saya lari ke kebun jati. Tahu-tahu api sudah gede," tutur Sohati dengan mulut yang gemetar. 

Sohati pun kini hanya berpasrah. Tatapan pun kosong, kala bola matanya mengarah dan menengok lokasi rumah yang kini telah rata dilahap api. 

Ia pun bingung, kemana ia harus beristirahat. Rumah yang selama ini melindunginya dari siang dan malam hari, telah habis tak berbentuk. 

Harapannya pun tak muluk-muluk. Setidaknya ia dapat memejamkan matanya untuk sebentar saja. 

"Ya enggak tahu. Bantuan juga enggak tahu, kalau dibangun ya bersyukur," tandasnya.

TEKNO
Fundamental dan Teknikal Solana di Akhir Tahun 2026

Fundamental dan Teknikal Solana di Akhir Tahun 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:16

Solana memasuki akhir 2026 dengan sejumlah katalis yang dapat menentukan arah harga SOL. Pertumbuhan ekosistem, aktivitas jaringan, pengembangan aplikasi terdesentralisasi, serta kondisi pasar kripto menjadi faktor fundamental yang perlu

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

TANGSEL
Amankan 18 CCTV dan Tabung Gas 50 Kg, Polisi Selidiki Unsur Kesengajaan Ledakan di Pasar Cimanggis

Amankan 18 CCTV dan Tabung Gas 50 Kg, Polisi Selidiki Unsur Kesengajaan Ledakan di Pasar Cimanggis

Kamis, 15 Oktober 2026 | 17:13

Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya bersama Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri terus bergerak cepat mengusut tuntas insiden ledakan maut di Komplek Ruko Pasar Cimanggis, Kecamatan Ciputat

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill