Connect With Us

Begal Sadis Beraksi Lagi, Pengemudi Ojol di Bintaro Dibacok

Rachman Deniansyah | Minggu, 19 September 2021 | 18:35

Korban begal dengan kondisi lengan kiri penuh luka saat terbaring dirumah sakit. (@TangerangNews / Rachman Deniansyah)

TANGERANGNEWS.com-Kawanan begal diduga kembali beraksi di wilayah Bintaro, Pondok Aren, Tangerang Selatan. Kali ini, korbannya adalah pengemudi ojek online (ojol) yang sedang menunggu orderan pada Minggu, 19 September 2021 dini hari.

Kejadian tersebut menimpa pengemudi ojol kembar, HLM, 20 dan HSN, 20, beserta satu orang rekannya yang sedang menunggu pelanggan tepat di sekitar Bintaro Xchange Mall, Pondok Aren, sekitar pukul 03.00 WIB. 

Kepada TangerangNews.com, salah satu korban berinisial HLM menceritakan kejadian yang dialaminya tersebut. 

Insiden itu bermula ketika HLM tengah asik ngobrol sembari menunggu orderan bersama saudara kembar dan satu orang rekannya.

Kala itu, tiba-tiba mereka dihampiri oleh enam orang tak dikenal yang saling berboncengan dengan tiga unit motor. 

"Tiba-tiba tiga orang turun. Semuanya (tiga pelaku) menenteng senjata tajam. Mereka bawa celurit panjang, sama golok," ujar HLM melalui sambungan telepon. 

Sembari berteriak memerintah korbannya untuk menyerahkan ponsel masing-masing, para pelaku juga mengancam dengan mengayunkan senjata tajamnya tersebut. 

"Dia berteriak 'jangan kemana-mana lu, serahin handphone lu'," tutur HLM menirukan para pelaku. 

Karena ketakutan, HSN dan satu rekannya langsung mencoba melarikan diri mencari tempat yang lebih aman. 

Namun HLM tak dapat melarikan diri seperti dua korban lainnya. Tangannya sudah tertahan oleh para pelaku. Ia berusaha untuk mempertahankan ponsel yang dimilikinya. 

"Saya seperti rebutan HP (Handphone) sama pelaku, tarik-tarikan," ujarnya. 

Tak lama kemudian, salah satu pelaku nekat mengayunkan senjata tajamnya. Akibatnya, HLM mengalami luka bacok yang cukup parah di bagian tangannya.

"Karena saya menangkis pakai tangan satu lagi. Gara-gara dibacok, akhirnya handphone saya lepas. Terus saat itu juga ada yang merogoh tas saya. Ternyata benar saat diperiksa dompet saya sudah hilang," paparnya. 

Atas ulah para pelaku, korban terpaksa harus rela kehilangan ponsel dan dompet yang disimpan di dalam tasnya. 

Selain itu akibat menahan ayunan senjata tajam, korban pun mengalami luka bacok yang cukup parah, hingga harus mendapat belasan jahitan. 

"Luka yang parah di tangan, itu ada dua lapis jahitan. Karena sampai ke tulang. Lapisan pertama enan jahitan, kedua 10 jahitan," kata korban. 

"Terus ada juga seperti luka sayatan di pinggul. Terus adik kembar saya juga luka di lengan tapi tidak begitu parah. Kalau teman saya tidak apa-apa," imbuhnya. . 

Aksi sadis kawanan begal ini, merupakan kejadian kedua kalinya di wilayah Bintaro, Pondok Aren, Tangerang Selatan. Peristiwa yang kedua hanya berselang satu hari. 

Sebelumnya, pelaku mengincar seorang remaja berinisial E, 15. Selain harus menerima luka bacokan yang cukup parah, motor korban pun raib dicuri pelaku.

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

SPORT
Cerita Pelari Jawara Run 2026, Irsan Jauh-Jauh dari Sulawesi Jadi Finisher Pertama hingga Syahdan Ikut Lari untuk Terapi

Cerita Pelari Jawara Run 2026, Irsan Jauh-Jauh dari Sulawesi Jadi Finisher Pertama hingga Syahdan Ikut Lari untuk Terapi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:22

Perjalanan jauh dari Sulawesi mengantarkan Irsan menjadi finisher pertama dalam PLN Mobile Jawara Run 2026 di Serang, Banten.

TANGSEL
Musim Hujan Tiba, Pemkot Tangsel Antisipasi Banjir hingga Penyebaran Penyakit

Musim Hujan Tiba, Pemkot Tangsel Antisipasi Banjir hingga Penyebaran Penyakit

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:36

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) memperketat mitigasi banjir sekaligus kewaspadaan terhadap potensi penyebaran penyakit seiring meningkatnya intensitas hujan di wilayahnya.

OPINI
Supervisi yang Membina, Bukan Sekadar Menilai

Supervisi yang Membina, Bukan Sekadar Menilai

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:29

Bagi sebagian guru, kata “supervisi” masih terdengar seperti jadwal ujian: tegang, penuh persiapan dadakan, lalu lega ketika selesai. Padahal supervisi dirancang untuk membantu guru bertumbuh. Jika hanya berhenti pada pengisian instrumen

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill