Bertanding Hanya dengan 9 Pemain, Persita Kalah 0-2 dari Borneo FC
Rabu, 6 Mei 2026 | 08:38
Persita Tangerang harus mengakui keunggulan Borneo FC dengan skor 0-2 pada lanjutan pekan ke-31 BRI Super League.
TANGERANGNEWS.com-Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang Selatan Wahyunoto Lukman memberikan tanggapannya terkait video viral yang memperlihatkan dirinya ngamuk di hadapan manusia silver, yang terjaring razia pada Selasa, 28 September 2021 kemarin.
Kepada TangerangNews.com, ia tak menampik sempat berucap dengan nada yang tinggi. Ia pun menyikapi hal tersebut dengan santai.
Menurutnya cara tersebut adalah suatu bentuk motivasi yang diberikan olehnya kepada para manusia silver.
"Saya cuma beri motivasi justru untuk menyemangati mereka," ujar Wahyu saat dihubungi, Rabu, 29 September 2021.
Cara itu dia lakukan untuk menyentuh hati orang-orang yang lebih memilih mengemis ketimbang bekerja keras.
Pasalnya, mereka masih memiliki tubuh atau raga yang sehat. Maka jalan mengemis itu pun sangat disayangkannya.
Baca Juga :
Lebih mirisnya lagi, dalam mencari pundi-pundi rupiah itu mereka kerap mengajak anak-anak di bawah umur, bahkan bayi berusia 19 bulan.
"Bahwa saya berikan motivasi. Saya ingin mereka bangkit dan tidak mengemis meminta-minta. Memang terkadang perlu diselingi intonasi suara tinggi untuk menggugah semangat," tandasnya.
Sebelumnya, rekaman video berdurasi 24 detik yang memperlihatkan kemarahan Wahyu kepada manusia silver viral di media sosial.
Kemarahan itu ditunjukkan ketika Wahyu sedang memberi bimbingan kepada manusia silver yang terjaring petugas pada Selasa, 28 September 2021 malam kemarin.
Emosinya tersulut ketika terdapat salah satu manusia silver yang memotong omongannya.
Ia pun mulai naik pitam. Ia terlihat begitu marah sembari berucap dengan nada yang cukup tinggi, dan sempat menendang kotak uang milik salah satu manusia silver tersebut.
Persita Tangerang harus mengakui keunggulan Borneo FC dengan skor 0-2 pada lanjutan pekan ke-31 BRI Super League.
TODAY TAGSejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
Kabar duka datang dari dunia musik Indonesia. Penyanyi Vidi Aldiano dikabarkan meninggal dunia pada usia 35 tahun. Informasi tersebut disampaikan sejumlah musisi Tanah Air melalui media sosial pada Sabtu, 7 Maret 2026, dikutip dari Kompas.
Dalam rangka menyambut Bulan Autisme Sedunia, VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated bekerja sama dengan Matalesoge HospitABLElity Academy menggelar pameran seni bertajuk “You See Me and I Feel You”, yang berlangsung pada 24 April
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews