Connect With Us

Sariawan Tak Kunjung Sembuh? Awas Kanker Mulut, Waspadai Gejala & Cara Mencegahnya

Advertorial | Jumat, 1 Oktober 2021 | 12:55

Dokter Spesialis Penyakit Mulut RSU Kota Tangsel Drg. Yohana Alfa Agustina, Sp. PM (@TangerangNews / Rachman Deniansyah)

TANGERANGNEWS.com-Sariawan menjadi salah satu masalah kesehatan pada mulut yang kerap kali dialami oleh orang banyak. Meski sering kali dialami, namun jangan pernah sesekali untuk menyepelekannya. 

Pasalnya penyakit yang sering kali dianggap remeh ini justru dapat menjadi pertanda penyakit lain yang jauh lebih serius, yakni hingga mengakibatkan kanker. 

Dokter Spesialis Penyakit Mulut Rumah Sakit Umum (RSU) Kota Tangerang Selatan Yohana Alfa Agustina mengatakan, banyak masyarakat yang tak mengetahui terkait penyakit tersebut. Atas ketidaktahuan itu, kasusnya pun kini kian meningkat. 

"Sebenarnya kanker ini memang diawali dengan luka atau sariawan dalam mulut, mau di lidah, bibir, atau di dalam pipi. Sariawan ini kalau tidak ditangani dengan benar, bisa berkembang menjadi hal lebih serius, menjadi kanker mulut," ujar Yohana saat dijumpai di RSU Kota Tangsel, Rabu, 29 September 2021. 

Dalam hal ini, Yohana meminta masyarakat untuk tidak menganggap santai sariawan. Pasalnya, jika berkelanjutan dan tak kunjung sembuh, maka harus diwaspadai. 

"Sayang sekali, karena sariawan itu sebenarnya bisa sembuh sendiri kalau penyebabnya dihilangkan. Namun sering dianggap santai, kadang-kadang cuek. Akhirnya enggak sembuh malah tambah besar, sehingga menyebabkan hal yang lebih serius," terangnya. 

Ia mengatakan, akibat dianggap remeh kanker mulut kini telah menjadi penyakit yang terbilang sangat sering terjadi. Bukan hanya di Indonesia, namun juga di dunia. 

Kanker mulut kini sudah menjadi penyakit paling banyak ketiga, setelah kanker serviks dan lambung. 

Untuk itu selain tetap waspada, Yohana juga meminta kepada masyarakat untuk tetap mencermati perbedaan sariawan biasa atau yang lebih berbahaya. 

"Tandanya gini, sariawan itu sebenarnya suatu tanda peringatan dari tubuh kalau kita sedang drop. Berarti harus perlu menaikkan daya imun. Tapi kok enggak sembuh-sembuh ya? Nah kadang-kadang yang enggak sembuh-sembuh itu yang mengarah kepada kanker mulut," jelasnya. 

Namun, kata Yohana, untuk sariawan normal biasanya dapat sembuh hingga 3-5 hari saja. Itupun sembuh dengan sendirian. 

"Normalnya itu sembuh sendiri, dengan waktu 3-5 hari. Tapi kalau sudah lebih dari itu atau makin membesar cepat bahkan tidak sembuh sama sekali. Apalagi kalau sariawannya di tempat yang sama. Nah itu harus diwaspadai," imbuhnya. 

Bila hal itu didiamkan, maka tak menutup kemungkinan menyebabkan sel sel sekitar luka mengalami displasia atau perubahan sel.

"Bila tidak ditangani, dapat berkembang ke arah yang tak diinginkan. Kasus kanker mulut jika didiamkan, ketika datang ke dokter dalam kondisi stadium lanjut, kita tak bisa apa-apa lagi kecuali dibawa ke bagian Onkologi. Kalau sudah kankernya menyebar ke seluruh lidah, terpaksa harus dipotong (diamputasi) atau dikemo," paparnya. 

Untuk itu, lagi-lagi ia mengimbau agar masyarakat dapat mencermati seluruh gejalanya.

Selain mencermati gejala yang terjadi pada sariawan, pencegahan kanker mulut ini juga dapat dilakukan dengan mudah. Langkah pertama adalah dengan mengetahui penyebabnya.

"Kalau penyebab utamanya ada tiga, yaitu rokok, minuman beralkohol, dan kebiasaan menyirih. Mengapa? Karena ketiga jenis itu ada kandungan yang menyebabkan perubahan sel dalam tubuh kita," terangnya. 

"Jadi kanker mulut ini penyebabnya banyak. Seperti misalnya tergigit, berati giginya harus dicek. Saya jika ada pasien, pasti saya lihat semuanya mulai dari pemeriksaan extra oral, mengecek ke rongga mulut, posisi giginya apakah menggesek lidah dan pipi, adakah gigi yang tajam. Jika itu jadi penyebab sariawan itu harus dihilangkan," imbuhnya. 

Dalam hal ini, pendeteksian dini sangat diperlukan. Caranya pun dapat dilakukan seorang diri dengan mudah, bahkan di rumah masing-masing. 

"Yang pertama kita sarankan adalah Samuri, periksa mulut sendiri ( SAMURI). Pertama yang bibir atas diangkat, adakah yang aneh, kemudian bibir  bawah dibuka, lalu bagian dalam pipi kanan dan kiri, bagian langit langit, bagian bawah lidah, bagian lidah samping kiri dan kanan. Apakah ada luka atau (bercak) putih enggak. bercak putih yang tidak normal" paparnya. 

Jika menemukan itu, maka sangat disarankan untuk segera memeriksakan diri kepada dokter. Jangan sesekali menggunakan cairan yang mengandung Policresulen.

"Policresulen ini sangat tidak disarankan untuk mengobati rongga mulut. Karena dapat menyebabkan suplai darah berkurang, dan  sariawan dapat berkembang menjadi besar,  berlubang besar (Noma Like Lession). Harusnya sariawan bisa sembuh sendiri jika aliran darah itu cukup," terangnya. 

"Jadi memang sangat penting untuk pencegahan kanker mulut. Deteksi dini menjadi paling penting dengan SAMURI, dan kedua adalah dengan mengecek ke dokter gigi," pungkasnya. (ADV)

HIBURAN
Lewati Persaingan Ketat, Tea-rista Chatime dari Bintaro dan Surabaya Juarai Kompetisi Racik Teh Nasional 2026

Lewati Persaingan Ketat, Tea-rista Chatime dari Bintaro dan Surabaya Juarai Kompetisi Racik Teh Nasional 2026

Kamis, 16 Juli 2026 | 19:24

Setelah melalui serangkaian seleksi yang melibatkan lebih dari 300 tea-rista dari ratusan gerai di berbagai daerah, Chatime akhirnya menetapkan pasangan asal Bintaro dan Surabaya sebagai pemenang Chatime Tea-rista Competition 2026.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

NASIONAL
PPATK Siap Lacak Sumber Kekayaan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

PPATK Siap Lacak Sumber Kekayaan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Kamis, 16 Juli 2026 | 16:09

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyatakan siap melacak sumber aliran dana harta kekayaan eks Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.

PROPERTI
Hunian Bergaya American Classic Klaster Mimosa Diluncurkan, Harganya Mulai Rp1,6 M

Hunian Bergaya American Classic Klaster Mimosa Diluncurkan, Harganya Mulai Rp1,6 M

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:24

Paramount Petals meluncurkan Mimosa, klaster hunian terbaru bergaya American Classic yang menjadi proyek residensial kelima di kawasan kota mandiri tersebut.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill