Meritokrasi Tanpa Jiwa
Senin, 17 Agustus 2026 | 19:33
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TANGERANGNEWS.com-Dua atlet putri cabang olahraga Taekwondo asal Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Alya Dzakira Fauzia, 20 dan Novrika Kusuma R, 18, kini telah kembali dengan penuh rasa bangga.
Kedua atlet yang menjadi unggulan Kontingen Provinsi Banten dalam kejuaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua itu, berhasil menyabet medali perunggu di kelas yang berbeda.
Sepulangnya ke daerah asal, keduanya pun langsung disambut dengan suka cita oleh Pemerintah daerah dan pengurus Taekwondo Indonesia (TI) Kota Tangsel.
Atas prestasinya tersebut, kedua atlet muda itu juga langsung diguyur bonus senilai jutaan rupiah.
Bonus itu langsung diberikan oleh Ketua Taekwondo Indonesia Kota Tangsel yang kini juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kota Tangsel, Bambang Noertjahjo di Puspemkot Tangsel, Selasa, 12 Oktober 2021.
Bambang mengatakan, uang pembinaan ini diberikan dalam rangka apresiasi karena sudah mengharumkan nama Kota Tangsel di tingkat Provinsi dan tingkat Nasional.
”Ini merupakan apresiasi kami kepada mereka, bagian dari kegembiraan untuk mereka,” ujar Bambang.
Prestasi yang telah diberikan oleh para atlet muda Tangsel ini harus dipertahankan. Selain itu, juga harus menjadi motivasi bagi atlet lainnya untuk terus berjuang.
”Ini adalah hal yang patut kita syukuri. Dengan harapan ke depannya, bisa lebih baik lagi,” ungkapnya.
Sementara itu, Alya Dzakira Fauzia, 20, yang berlaga di kelas under 67 Kilogram Putri turut mengungkapkan rasa bahagianya.
Walaupun, secara blak-blakan ia menyebut bahwa raihan ini telah meleset dari target. Kendati demikian, hal itu pun dijadikan olehnya sebagai pacuan agar lebih baik dalam pertandingan selanjutnya.
“Tentunya harus lebih semangat, karena ke depannya pasti akan ada lagi pertandingan-pertandingan yang harus diikuti,” kata Alya.
Baik Alya ataupun Novrika, mereka kompak menjawab saat ditanya ingin digunakan sebagai apa bonus yang didapat. “Mau ditabung,” pungkasnya.
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TODAY TAGKematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
Pergelangan tangan seorang pelajar berinisial AH, 15, nyaris putus setelah menjadi korban salah sasaran dalam peristiwa tawuran yang terjadi di Desa Munjul, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, Selasa 18 Agustus 2026.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews