8 Tahun Dibangun, Pura Parahyangan Agung Bhuwana Raksati Jadi Destinasi Wisata Baru di Tangerang
Selasa, 21 Juli 2026 | 15:46
Kabupaten Tangerang kini memiliki destinasi wisata religi, budaya, dan edukasi baru yang sarat akan nilai toleransi.
TANGERANGNEWS.com-Hujan deras dan angin kencang yang melanda sejak sore hari, Rabu, 12 Januari 2022, menyebabkan pohon berukuran cukup besar di Jalan Pajajaran, Pamulang, Tangerang Selatan, tumbang dan menutup sebagian badan jalan.
Akibatnya, arus lalu lintas baik yang mengarah ke wilayah Pamulang ataupun ke Ciputat menjadi terhambat. Kemacetan pun tak dapat dihindari.
Warga sekitar, Agung menuturkan, pohon yang roboh itu terjadi sekitar pukul 18.00 WIB. "Pokoknya saat mau azan magrib. Tepatnya waktu hujan lagi deras banget, angin juga kencang," ujar Agung.
Pohon tersebut tumbang ke arah jalan, sehingga kendaraan tak dapat melintas. Beruntung ketika peristiwa itu terjadi, tak ada pengendara yang tertimpa. "Jalanan lagi kosong, kan hujan deras banget. Itu sempat macet, orang-orang juga putar balik karena (batang pohon) melintang ke jalanan," katanya.
Begitu hujan sudah reda, warga sekitar langsung gotong royong menyingkirkan pohon besar tersebut. "Di situ kan banyak warga, waktu hujan reda langsung dievakuasi, dipotong," imbuhnya.
Pantauan di lokasi, arus lalu lintas kini sudah kembali normal. Batang pohon yang sempat menghalangi jalan oun telah dipindah dan diletakkan di sisi jalan.
Kejadian pohon tumbang juga terjadi di lokasi lain. Tepatnya di Jalan H. Taip, Kedaung, Pamulang, Tangsel.
Waktu kejadian pun tak jauh berbeda. Saat ini, pohon tersebut juga telah dievakuasi dan tidak lagi menghalangi arus lalu lintas.
TODAY TAGKabupaten Tangerang kini memiliki destinasi wisata religi, budaya, dan edukasi baru yang sarat akan nilai toleransi.
Bangku-bangku kosong di ruang kelas sekolah negeri kini bukan lagi pemandangan yang hanya ditemukan di daerah terpencil. Fenomena tersebut mulai terjadi di berbagai wilayah Indonesia, termasuk kota-kota yang selama ini dikenal memiliki akses
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews