Connect With Us

Lagi, 15 Remaja Tawuran Sarung di Pondok Aren Diamankan

Rangga Agung Zuliansyah | Minggu, 10 April 2022 | 20:54

15 remaja dikumpulkan di Mapolsek Pondok Aren, Kota Tangsel, usai diamankan hendak perang sarung, Minggu 10 April 2022, dini hari. (@TangerangNews / Rangga A Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Aksi tawuran dengan sarung kembali dilakukan remaja di bawah umur di wilayah Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Polisi pun menangkap 15 remaja yang terlibat aksi tersebut.

 

"Iya, pada Minggu, 10 April 2022 sekitar pukul 01.45 WIB, kami mengamankan sebanyak 15 remaja di bawah umur yang akan terlibat perang sarung," ungkap Kapolsek Pondok Aren, Kompol Dimas Aditya.

 

Menurutnya, perang sarung tersebut berbahaya dan dapat melukai karena disisipi benda tumpul berupa batu. "Jadi kami juga amankan ada enam buah sarung yang diisi batu, dan enam unit sepeda motor," ungkap Kapolsek.

 

Ke-15 anak dibawah umur ini diamankan dari dua tempat berbeda, yakni di Jalan Pondok Aren dan Jalan Tentara Pelajar.

 

Saat diamankan, belum sempat melakukan aksi tawuran, namun dari telepon genggam yang disita sudah terlihat adanya ajakan untuk terlibat tawuran lengkap dengan lokasi pertemuan kedua kelompok tersebut.

 

"Jadi kami melakukan langkah pencegahan dengan langsung mengamankan lebih dulu, beserta barang bukti," katanya.

 

Selanjutnya, saat dibawa ke Mapolsek Pondok Aren, belasan remaja tersebut langsung didata dan meminta orang tua, ketua RT/RW serta lurah tempat tinggal mereka untuk menjemput.

OPINI
Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:02

Orang tua mana yang tidak hancur hatinya, ketika melihat anaknya tersakiti? Terlebih jika peristiwa menyakitkan itu terjadi di lingkungan sekolah, tempat yang semestinya menjadi ruang aman bagi anak untuk belajar, bertumbuh

NASIONAL
Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill