Serpong Jaya Luncurkan 3 Cluster Baru, Tawarkan Hunian Modern Mulai Rp700 Jutaan
Jumat, 8 Mei 2026 | 14:54
Kebutuhan hunian nyaman dan terintegrasi di kawasan penyangga Jakarta terus meningkat seiring perkembangan kehidupan urban.
TANGERANGNEWS.com–Tujuh wilayah di beberapa kecamatan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) diterjang banjir hingga ketinggian 50 sentimeter pada Sabtu 30 April 2022. Banjir disebabkan karena hujan deras dan drainase yang tersumbat sampah.
“Terpantau tujuh titik, masyarakat masih belum mengungsi dan masih bertahan di rumah masing-masing," kata Kasi Mitigasi BPBD Tangsel Essa Nugraha seperti dikutip dari Detik, Sabtu.
Selanjutnya Essa memerinci lokasi banjir di Kampung Tembok Bolong, Rempoa, Ciputat Timur, Komplek Payung Mas dan Rooswood Garden Kecamatan Ciputat, Pondok Maharta, Kampung Bulak, Pondok Safari Kecamatan Pondok Aren, dan di Kampung Pocis Kecamatan Setu.
Ketinggian air di masing-masing lokasi bervariasi antara 20 sentimeter hingga 30 sentimeter. Adapun penyebab banjir di tujuh lokasi tersebut juga variatif. Namun, menurut Essa, faktor utamanya dikarenakan hujan yang deras.
Seperti di Rempoa, penyebabnya curah hujan tinggi dan drainase tersumbat sampah. “Sementara di Kampung Bulak faktor penyebabnya curah hujan yang tinggi dan luapan air dari anak Kali Angke," sambung dia.
Dari ketujuh titik banjir tersebut, kata Essa, ratusan kepala keluarga (KK) terdampak. Wilayah yang paling banyak KK terdampak, yaitu di Kampung Tembok Bolong, Rempoa. "Kampung Bulak 65 KK, Pondok, Pondok Maharta 280 KK, Pondok Safari 290 KK, Komplek Payung Mas 172 KK, Kampung Pocis 26 KK, dan Kampung Tembok Bolomg Rempoa 360 KK yang terdampak," terang Essa.
Kebutuhan hunian nyaman dan terintegrasi di kawasan penyangga Jakarta terus meningkat seiring perkembangan kehidupan urban.
TODAY TAGProgram diskon tambah daya 50 persen dari PT PLN (Persero) bertajuk “Power Up Real, Listrik Aman Kerja Lancar” dimanfaatkan sebanyak 116.537 pelanggan di seluruh Indonesia selama periode 15 hingga 28 April 2026.
Pemerintah Kota Tangerang mengimbau masyarakat untuk aktif mengawasi pelaksanaan Pra-Sistem Penerimaan Murid Baru (Pra-SPMB) Tahun 2026, agar berjalan transparan, bersih dan bebas dari praktik pungutan liar (pungli).
Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews